Program Petani Milenial Membuahkan Hasil: Tongalere Kini Jadi Sentra Cabai Produktif di Konkep

Keterangan Gambar : Lahan Milik Sudir di Desa Tongalere yang Fokus Utama pada Komoditas Tanaman Cabai (Foto: IST)

KONAWE KEPULAUAN – Salah satu inovasi program yang dicetuskan oleh Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), Rifqi Saifullah Razak dan Wakil Bupati Muhammad Farid adalah ‘Petani Milenial’.

Kini program tersebut mulai membuahkan hasil. Diantaranya terlihat di Desa Tongalere, Kecamatan Wawonii Utara, melalui sosok pemuda bernama Sudir. Ia sukses mengelola lahan hortikultura dengan komoditas unggulan cabai.

Sudir melihat potensi permintaan cabai sangat tinggi di pangsa pasar lokal. Sehingga di tengah gempuran tren digitalisasi, ia malah memilih ‘Pulang Kampung’ bergerak di sektor pertanian sekaligus mensukseskan program Pemkab Konkep petani milenial.

Sudir menerapkan teknik pertanian hortikultura yang lebih modern dan terukur. Ia memfokuskan pada tanaman cabai, mengingat komoditas ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat Konkep yang sering mengalami fluktuasi harga atau ketergantungan pasokan dari luar daerah.

“Kehadiran sosok seperti Sudir ini adalah jawaban atas tantangan pangan kita ke depan. Beliau membuktikan bahwa dengan ketekunan dan penerapan teknologi pertanian yang tepat, hasil hortikultura kita tidak kalah saing,” ujar salah satu warga setempat yang mengapresiasi keberhasilan Sudir.

Sebagian besar kebutuhan cabai dan sayuran di Kecamatan Wawonii Utara dan seluruh wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan pada umumnya harus didatangkan dari daratan Kendari atau daerah lain melalui jalur laut.

Sehingga keberhasilan panen petani milenial di Desa Tongalere ini secara perlahan mulai mengisi kekosongan stok di pasar-pasar terdekat. Bahkan hal ini perlahan telah memutuskan rantai ketergantungan pasokan dari luar pulau selama ini.

Kesuksesan program ini tentunya memberikan dampak positif sekaligus stabilitas harga di pasar. Diantaranya mengurangi biaya logistik sehingga cabai di tingkat konsumen lebih terjangkau, dan masyarakat mendapatkan akses terhadap cabai yang lebih segar karena dipanen langsung dari kebun lokal.

Keberhasilan program petani milenial ini bukan sekadar keuntungan finansial, namun juga perubahan paradigma. Sudir akan menjadi inspirasi tersendiri di tengah gempuran tren digitalisasi bahwa sektor pertanian juga menjadi bisnis yang menjanjikan bagi anak muda.

Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan melalui dinas terkait terus memberikan pendampingan bagi petani muda seperti Sudir. Dukungan berupa bimbingan teknis dan akses sarana produksi diharapkan dapat menciptakan “Sudir-Sudir” baru di desa-desa lain di Konkep.

Dengan semangat yang ditunjukkan Sudir, Desa Tongalere kini mulai dikenal sebagai salah satu titik potensial pengembangan hortikultura di Wawonii Utara. Ini merupakan langkah nyata menuju kemandirian pangan bagi Kabupaten Konawe Kepulauan.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *