KOLAKA UTARA — Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kolaka Utara tahun 2025 resmi dimulai dengan suasana penuh semangat di Lapangan Desa Lalume, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, Kamis (20/11/2025).
Ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan memadati arena pembukaan yang berlangsung meriah dan sarat kemeriahan.
Suasana semakin hidup saat marching band SMPN 1 Lasusua tampil memukau, membuka rangkaian devile kontingen dari 15 kecamatan. Iringan musik dan hentakan drum mengiringi langkah para peserta dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat yang tampil dengan kekompakan dan kreativitas seragam masing-masing.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Kolaka Utara sekaligus Pj. Sekda, H. Muhammad Idrus, ditandai dengan upacara peringatan HUT PGRI di lapangan yang menjadi pusat seluruh gelaran Porseni.
2.853 Peserta, 7 Hari Lomba, Puluhan Cabang Seni dan Olahraga
Wakil Ketua Panitia, Ismail, dalam laporannya menyampaikan bahwa Porseni merupakan program rutin PGRI Kolaka Utara yang dilaksanakan dua tahun sekali. Tahun ini, kegiatan berlangsung mulai 20–26 November 2025 dengan jumlah peserta mencapai 2.853 orang.
Para peserta berasal dari berbagai lembaga pendidikan di Kolaka Utara, mulai dari PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK, MA hingga PKBM, LKP, dan SKB.
Mereka akan bersaing pada berbagai cabang olahraga seperti Sepak bola, Bola voli putra-putri, Sepak takraw, Bulutangkis, Tenis meja, Catur, dan Senam PGRI. Sementara cabang seni meliputi Vokal solo, Vokal grup/paduan suara, Tari tunggal kreasi, Tilawah, Seni lukis, Best practices dan Lomba video pembelajaran
Ismail menegaskan bahwa Porseni bukan semata kompetisi, tetapi sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan kreativitas, serta memupuk disiplin dan sportivitas di kalangan guru Kolaka Utara.
Ketua PGRI: “Jangan Datang untuk Bertengkar, tapi Untuk Bergembira”
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kolaka Utara sekaligus Pj. Sekda H. Muhammad Idrus menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang berhasil menghadirkan pembukaan yang meriah meski dikonsep sederhana.
“Saya sangat terharu dengan apa yang saudara-saudara persembahkan hari ini. Terima kasih yang luar biasa,” ucapnya.
Ia kemudian mengangkat kisah inspiratif tentang Jepang yang hancur pasca bom Hiroshima, di mana sosok yang pertama dicari bukan tentara atau dokter, tetapi guru. Melalui cerita tersebut, Idrus menegaskan bahwa profesi guru adalah pilar utama yang membentuk peradaban bangsa.
“Semua yang hadir di sini para pejabat, tokoh masyarakat, lahir dan dididik oleh guru,” tegasnya.
Idrus mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung sportivitas dan keteladanan.
“Kita hadir bukan untuk menunjukkan ego. Kita datang untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan bergembira. Jangan datang untuk bertengkar,” pesannya.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, ia resmi membuka Porseni PGRI Kolaka Utara 2025 tepat pukul 12.50 WITA.
Gol Perdana Berhadiah Rp1 Juta
Usai pembukaan, pertandingan sepak bola antara PGRI Batuputih dan PGRI Pakue menjadi laga pembuka. Pertandingan berlangsung sengit dan meriah, terlebih karena gol pertama diganjar hadiah Rp1 juta, yang disiapkan oleh Ketua PGRI bersama para donatur.
Sorak-sorai guru memenuhi lapangan, menandai dimulainya rangkaian Porseni yang dijadwalkan berlangsung selama satu pekan penuh.
Dengan antusiasme ribuan peserta, Porseni PGRI Kolaka Utara 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan merayakan semangat para pendidik dalam membangun dunia pendidikan di daerah.
Laporan: Andika
























Tinggalkan Balasan