KOLAKA UTARA – Bunda Literasi Kabupaten dan Kecamatan se Kabupaten Kolaka Utara untuk periode 2023 – 2025 resmi dikukuhkan pada Jumat (1/12/2023) lalu di Gedung Lwyanan Perpustakaan Kolaka Utara.
Agenda ini juga dirangkaikan dengan Bimtek terkait strategi pengembangan perpustakaan – tekhnologi informasi komunikasi serta pemberian penghargaan terbaik kepada perpustakaan desa di lingkup Kabupaten Kolaka Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kolaka Utara bersama jajarannya, Asisten I dan Asisten III dan tiga, OPD terkait, camat bersama ketua TK PKK Kecamatan, Kepala Desa, pelaku usaha, penulis serta komunitas.
Dalam sambutannnya sebagai Bunda Literasi Kolaka Utara, Ir. Hj. Nina Harini Yuniarti mengungkapkan, untuk menyukseskan program kerja bunda literasi dalam pembangunan pembudayaan kegemaran membaca, dibutuhkan kerja sinergi seluruh masyarakat Kolaka Utara khususnya bunda literasi kecamatan.
Ia juga berharap, agar para Kepala Desa dapat membantu Bunda Literasi untuk lebih dekat dengan masyarakat membangun jejaring komunikasi dan koordinasi di wilayahnya masing-masing, dari tingkat desa/ kelurahan, RW, RT, hingga tingkat unit terkecil yaitu rumah tangga atau keluarga.
“Sehingga apa yang menjadi permasalahan daerah kita dapat dicarikan solusi dan berkontribusi bersama-sama menuju literasi untuk kesejahteraan masyarakat Kolaka Utara,” ujar Nina Harini.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan Kolaka Utara, Sahril, S.Pd mengungkapkan, bahwa dengan adanya program prioritas perpustakaan nasional transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial setiap masyarakat diajak untuk saling berkolaborasi mencerdaskan dan mensejahterkan masyarakat.
“Harus mengutamakan kinerja untuk melahirkan impact dari dampak kegiatan yang telah dilakukan, bukan ada uang ada barang, tetapi aksi dahulu baru hasil,” jelas Sahril.
Sementara itu, Pj Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding mengatakan, pengukuhan bunda literasi merupakan pertama kalinya dilakukan di Kolaka Utara. Sedangkan bimbingan teknis strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi komunikasi (SPP-TIK) merupakan yang kedua kalinya dilakukan.
“Dan ini merupakan agenda tahunan Perpustakaan Nasional RI yang bertujuan untuk berkolaborasi mengintegrasikan, mensinkronisasikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca melalui komunitas pegiat literasi antara pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga sampai ke desa atau kelurahan,” ungkap Sukanto Toding.

Suasana Pelantikan Bunda Literasi oleh Pj Bupati Kolaka Utara
Pj Bupati Kolaka Utara juga melihat implementasi program prioritas Perpustakaan Nasional RI Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sukses dilakukan di Kolaka Utara, dimana telah mereplikasi perluasan ke 12 perpustakaan desa dan telah 3 tahun berturut-turut mendapatkan apresiasi terbaik pada tingkat Peer Learning Meeting (PLM) nasional.
“Kemudian tahun ini akan mereplikasi lagi sebanyak 15 desa yang akan mengikuti bimbingan teknis strategi pengemabangan perpustakaan dan teknologi informasi,” katanya.
Menurut Sukanto Toding, program ini mengupayakan terjadinya peningkatan literasi masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan menciptakan SDM kreatif berinovasi menciptakan produk barang dan jasa sehingga dapat bernilai rupiah menuju literasi untuk kesejahteraan.
Lanjutnya, bentuk komitmen dukungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terhadap program ini dalam bentuk regulasi yaitu, telah diterbitkan Perbup tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, dan diterbitkan surat edaran tentang pengalokasian Dana Desa atau kelurahan untuk pengembangan perpustakaan.
“Serta saat ini dalam proses pembuatan Perda Kolaka Utara tentang penyelenggaraan perpustakaan dan gerakan literasi. sedangkan bentuk komitmen dukungan dalam bentuk dukungan anggaran yaitu telah mengalokasikan anggaran kegiatan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial dimana kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan bunda literasi bersama gerakan pemasyarakatan minat baca untuk pembangunan indeks literasi masyarakat dan tingkat kegemaran membaca masyarakat kolaka utara,” jelasnya.
Untuk diketahui, pada kegiatan kali ini Pj. Bupati Kolaka Utara memberikan penghargaan dan apresiasi kepada mitra Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara yang telah bertransformasi, dan ini merupakan pertama kalinya pada kategori penghargaan dan apresiasi sebagai berikut:
- Kategori pertama, perpustakaan desa terbaik tingkat nasional dalam implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, adalah :
Perpustakaan Sukamaju Desa Mattirobulu Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara. - Kategori kedua, perpustakaan desa terbaik tingkat kabupaten dalam implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, adalah :
1. Perpustakaan Sukamaju Desa Mattirobulu Kecamatan Tiwu
2. Perpustakaan Sejahtera Mandiri Desa Lapolu Kecamatan Tiwu
3. Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Meeto Kecamatan Kodeoha
4. Perpustakaan Arena Ilmu Desa Ponggiha Kecamatan Lasusua
5. perpustakaan Madani Desa Rantelimbong Kecamatan Lasusua
6. Perpustakaan Woipedia Desa Woitombo - Kategori ketiga, PIC TPBIS inovatif berinovasi, adalah :
1. Nurmianti, S.Pd
2. Afdal Asmin, S.Pd
3. Nurhidayah, S.Pd
4. Khairunniswa, SKM
5. Ema Senisman
6. Dewi Ulpiani, S.PdK - Kategori keempat, penyerahaan komputer 10 unit untuk perpustakaan desa replikasi mandiri tahun 2022 – 2023, yaitu
1. Perpustakaan Desa Meeto, 2 unit
2. Perpustakaan Desa Tetebao, 2 unit
3. Perpustakaan Desa Lambai, 1 unit
4. Perpustakaan Desa Wawo, 1 unit
5. Perpustakaan Desa Totallang, 1 unit
6. Perpustakaan Desa Koroha, 1 unit
7. Perpustakaan Desa Tanggeao, 1 unit
8. Perpustakaan Desa Puncak Monapa, 1 unit
Selanjutnya apresiasi wisata literasi untuk 6 desa PIC perpustakaan terbaik ke Toraja dan Enrekang.
Tim Redaksi






















Tinggalkan Balasan