Pemda Konkep Launching Kampung Keluarga Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting

Keterangan Gambar : Suasana Sosialisasi Inpres Nomor 3 Tahun 2022 dan Launching Kampung Keluarga Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Dalam upaya meningkatkan pembagunan nasional, keluarga merupakan aspek penting yang harus diperhatikan.

Karena kekuatan pembagunan nasional berakar pada keluarga yang merupakan komunitas mikro dalam masyarakat dimana keluarga sejahtera dan berkualitas yang mendongrak segala aspek pembagunan nasional.

Melalui kegiatan Sosialiasi INPRES Nomor 3 tahun 2023 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, Bupati Konawe Kepulauan melalui Asisten III James Adam Muke, S.Sos., M.Si telah melaunching Kampung Keluarga Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) pada Senin, (17/07/2023) di Kantor Bupati Konawe Kepulauan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda konkep, camat, organiasi profesi TP PKK dan beberapa kader posyandu yang ada di sejumlah desa se Kabupaten Konkep.

Dalam Sambutan Bupati Ir. H. Amrullah, MT yang dibacakan oleh Asisten III James Adam Moke mengucapkan terimakasih kepada perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah hadir dan memfasilitasi kegiatan ini.

Lebih lanjut James menuturkan, salah satu permasalah yang menjadi fokus negara adalah tingginya prevalensi stunting anak balita. Salah satunya di Kabupaten Konawe Kepulauan dimana percepatan penanganan stunting menjadi salah satu proritas ditahun 2023 ini.

“Karena stunting memiliki hubungan kausalitas yang erat dengan kualitas Sumber Daya Manusia,” ucap James dalam sambutan.

James juga mengatakan dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas mengamanahkan bahwa pengolahan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB adalah menjadi tanggung jawab semua lintas sektor yang ada, bukan hanya dari BKKBN atau dinas KB yang ada di daerah.

“Problem ini tentu harus melakukan penanganan yang serius lintas sektor baik jajaran pemerintah, Organisasi Profesi, TP PKK dan juga masyarakat yang dilakukan secara gotong royong sesuai amanat presiden,” katanya.

Mantan Kadis Sosial Konkep ini juga mengatakan dalam kampung KB terdapat beberapa program kegiatan yang menunjang diantaranya Rumah Data yang menyediakan data terpadu disetiap desa dan program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Di Konkep sudah terbentuk 22 Kampung KB serta masih ada 74 Desa/Kelurahan yang akan dibentuk menjadi kampung KB Insyallah tidak lama lagi SK Pembentukan Kampung KB akan ditandatangani.

“Sangat dibutuhkan penanganan secara konferehensif dan berkesinambungan untuk menekan angka prevalensi stunting, saya berharap harus terbagun kerjasama antar sektor untuk percepatan penurunan angka stunting,” harapnya.

“Berjalannya DAHSAT dan KB yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang, baik bagi balita stunting, ibu menyusui, ibu hamil, dan keluarga bersesiko stunting dengan memanfaatkan sumber pangan lokal yang dipadukan dengan kontribusi mitra lain,” tutupnya.

Laporan: Jarman

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *