Partai PRIMA Sultra Harap Munas Kadin Bawa Kesejahteraan Rakyat

Keterangan Gambar : Jubir DPW Partai PRIMA Sultra, Feby Rahmayana. Foto: Ist

Potretsultra

KENDARI – Pelaksanaan Munas VIII Kadin Indonesia cukup menyita perhatian masyarakat, khususnya warga Sultra.

Terlebih Munas akan diadakan secara tatap muka yang dinilai menghawatirkan di tengah gempuran Covid-19 yang semakin tidak terkendali.

Meski demikian, ada harapan besar sekaligus kehawatiran masyarakat dengan adanya Munas Kadin kali ini.

Juru Bicara (Jubir) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Sultra, Feby Rahmayana menerangkan, sebagai wadah pengusaha dan wahana pembinaan, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi, dan advokasi pengusaha Indonesia, dalam rangka mewujudkan dunia usaha yang kuat dan berdaya saing tinggi, Munas kali ini dapat sesegera mungkin mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera.

“Diharapakan Kadin bisa menjadi tumpuan masyarakat agar keluar dari jurang kemiskinan dan kesengsaraan yang semakin parah di masa-masa pademi seperti sekarang ini,” papar Feby, Selasa (29/6/2021).

Kata Feby, sejak Kadin didirikan sampai saat ini belum mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur sebagaimana yang diamanatkan dalam sila ke lima Pancasila.

Ini terjadi kata dia, dikarenakan pengelolaan ekonomi bangsa termasuk di dalamnya Kadin seolah menjauh dari semangat pasal 33 UUD 1945.

Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam begitu melimpah tapi kekayaan tersebut belum mampu membawa kesejahateraan bagi masyarakat Indonesia.

“Banyak pengusaha Indonesia yang berpotensi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa Indonesia tapi mereka masih berpikir untuk kepentingan pribadi dan kelompok saja. Kondisi masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan,” paparnya.

Pada tahun 2019, tercatat masih ada 3 juta masyarakat Indonesia yang buta huruf, masih ada 22 juta warga Indonesia yang kesulitan mengakses kebutuhan pangan, baru 72 persen warga negara yang bisa mengakses air bersih. Masih ada 25 juta warga negara kita yang tidak punya tempat tinggal (homeless) dan masih ada 8,75 masyarakat yang pengangguran.

Dengan adanya kondisi seperti ini menunjukkan bahwa kesenjangan dan kemiskinan sangat kronis di negara ini.

“Kadin seharusnya bisa menjadikan kondisi tersebut sebagai salah satu pertimbangan agar ke depan bisa berpikir bagaimana mensejahterakan masyarakat agar terbebas dari belenggu kesenjangan dan kemiskinan,” urainya.

Ia pun meminta agar Kadin membuka ruang yang lapang bagi setiap warga negara untuk berusaha dan bekerja dan memastikan kemakmuran bisa terjadi untuk seluruh rakyat Indonesia.

Kemudian membentuk konsep kebijakan industrialisasi nasional yang diarahkan pada penguatan industri nasional, penciptaan kesempatan kerja penuh dan kemandirian ekonomi.

Juga mempercepat program hilirisasi semua produk sumber daya alam (SDA), terutama pertambangan, pertanian, kehutanan, perikanan, dan lain sebagainya.

“Hilirisasi akan mengakhiri warisan ekonomi kolonial, yaitu eksploitasi SDA, lalu dijual dalam bentuk mentah ke pasar dunia. Karena selain memberi nilai tambah, hilirisasi akan memperluas industri, penyerapan tenaga kerja, dan produksi barang penunjang,” terangnya.

Selain itu, Kadin juga diharapkan membantu menciptakan dan memperluas akses pasar bagi hasil produksi UMKM, seperti pemberlakuan kuota minimum pembelian produk UMKM untuk pasar modern, perhotelan, industri, dan lain sebgainya.

“Pelaku UMKM harus dibantu mengenal teknologi digital agar bisa melek dalam membaca peluang pasar di dunia online agar jutaan pelaku UMKM tidak terlempar ke dalam persaingan bebas di antara mereka sendiri, perlu untuk memikirkan pewadahan mereka ke dalam sebuah Koperasi,” pintanya.

Jika hal itu dilakukan dan menjadi fokus Kadin kata dia, maka pihaknya meyakini bahwa kesejahteraan sosial sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa dapat terwujud.

“Terakhir, kami DPW PRIMA Sultra mengucapkan selamat bermunas dan kami hrap Munas Kadin kali ini bisa melahirkan agenda-agenda kerakyatan yang mampu membawa masyarakat Indonesia keluar dari ketimpangan sosial dan menuju masyarakat adil dan Makmur,” pungkasnya.

Laporan: Aden

Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *