KENDARI – Guru inisial HA yang diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah siswa dengan modus meminta sejumlah barang terhadap siswa yang nilainya tidak tuntas mendapatkan respon luas dari sejumlah kalangan.
Respon datang dari orang tua siswa yang menjadi korban ulah guru HA. Salah satu Orang Tua siswa, Armin mengecam perbuatan yang dilakukan oknum Guru tersebut.
“Perilaku guru yang kerap meminta barang terhadap siswa yang nilainya tidak tuntas sangat meresahkan, baik dari siswa maupun mantan-mantan siswa pada tahun-tahun sebelumnya, jenisnya bermacam-macam dan itu harus dibeli, karena tidak dapat dibuat sendiri”, ujarnya.
Menurut Armin, perbuatan oknum guru HA ini bisa mencemari dunia pendidikan, oleh sebab itu mewakili orang tua siswa beliau mendesak Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk segera memutasi oknum guru tersebut. “Ini adalah kejahatan dan korupsi,” tambahnya.
Sebagai orang tua siswa, lanjut Armin, pihaknya sudah berkoordinasi untuk mengambil langkah khusus untuk menemui pihak Dikbud dan Pj. Gubernur Sultra untuk meminta agar yang bersangkutan dimutasikan bahkan diberi pembinaan lebih. Pihaknya mendukung penuh langkah Kepala SMAN 4 Kendari memberi sanksi tegas kepada oknum guru HA tersebut.
“Langkah Kepala SMAN 4 Kendari, sudah tepat dan layak diapresiasi”, ujar orang tua siswa tersebut.
Mewakili orang tua siswa lainnya, Armin menyampaikan jangan ada lagi pungutan sejenis, jika ada pungutan mohon dikoordinasikan dengan pengurus Komite, dan tidak mengambil langkah sendiri.
“Sekali lagi dengan tegas, kami mendesak agar oknum guru HA ini dimutasi ke sekolah lain agar suasana pembelajaran dan psikologi orang tua Siswa tidak terganggu dengan pemberitaan yang tidak benar terhadap kondisi di SMAN 4 Kendari, jika tidak dilakukan kami bisa saja membuat laporan polisi terkait masalah ini, karena ini dugaan pidana”, tegasnya menutup pernyataannya.
Laporan: Redaksi






















Tinggalkan Balasan