Misi Ridwan Bae,Akan Perjuangkan Habis-Habisan Pembangunan Terminal Tipe A Puuwatu Tahun 2020

Keterangan Gambar : Ridwan Bae,didampingi Kadishub Sultra Hado Hasina meninjau lokasi Terminal Puuwatu Kendari (Foto:Ismed)

Potretsultra

KENDARIKomisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae,melakukan kunjungan spesifik di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan meninjau lansung terminal Tipe A Puuwatu dan juga jembatan Pelabuhan  penyeberangan Fery Kendari-Langara yang kondisi sangat memperihatinkan.

Dalam kunker spesifik kali ini,Ridwan Bae didampingi Kepala Dinas Dishub Provinsi Sultra,Hado Hasina,dan Kepala Balai BPTD Wilayah XVIII Prov Sultra Benny Nurdin,meninjau gambaran lokasi terminal Puuwatu tipe A yang dicanangkan pembangunanya melalui anggaran APBN di Tahun 2020.

Ridwan Bae berpose bersama dengan Dishub Sultra usai meninjau transportasi kapa Fery Kendari-Langara (Foto:Ismed)

“Setelah saya melihat Terminal puuwatu ini,awalnya saya sontak kaget karena terminal kita seperti ini parahnya.Namun demikian pengelolaanya cukup bersih hanya gedungnya,saya lihat sudah tidak layak,”ungkap Ridwan.

Oleh karena itu kata Ridwan,setelah mendengar penjelasan pak Beny dan pak Hado Hasina,saat pemaparan pembangunan terminal,begitu komprehensif semuanya.Penuntasan pembangunan terminal ini anggaran membutuhkan Rp 35 Miliar sampai Rp 50 Miliar.

Ridwan saat menjalin aspirasi pembangunan terminal tipe A Puuwatu (Foto:Ismed)

“Saya kira anggaran Rp50 miliar itu sangat ideal dan harus kita perjuangkan.Nominal anggaran tersebut, tidak terlalu besar jika dibanding dengan anggaran pembangunan bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe.Total anggaran pembangunan peningkatan infrastruktur yang diusulkan melalui APBN Tahun 2019 mencapai Rp 2,5 Triliun.

Penyerahan dokument pembangunan terminal Tipe A Puuwatu oleh KA BPTD Wilayah XVIII Prov Sultra Beny pada Komisi V DPR RI

Selain itu Lanjut Ridwan Bae,berhasil memperjuankan pembangunan bendungan Pelosika yang terletak di Kabupaten Konawe,melalui dana APBN Tahun 2019 sebesar Rp 3,3 Triliun.Dan Insya Allah tahun anggaran 2020 mencoba menyakinkan dirjend dan menteri perhubungan,agar segera dianggarkan pembangunan terminal tipe A Puuwatu sebesar Rp 50 Miliar itu,karena pertimbanganya terminal ini,sudah menjadi gaweanya pusat sekarang.

Sambung Politis Golkar ini,sangat disayangkan diseluruh indonesia hanya Sultra yang belum memiliki terminal tipe A.Jadi sayangnya ada mewakili dikomisi V belum ada tipe A nya.

Ridwan,saat meninjau jembatan dan transportasi laut kapal Fery Kendari-Langara (Foto:Ismed)

“Tapi Insya Allah tahun 2020,akan menjadi perhatian saya untuk memperhatinkan masyarakat Sultra dalam zona keselamatan yakni pembangunan terminal puuwatu termaksud jembatan penghubung darat Muna-Kendari dan daratan Muna-Buton.Program ini sudah menjadi kewajiban saya yang duduk komisi V membidangi infranstruktur pembangunan,apalagi tujuan yang ingin kita capai untuk kepentingan masyarakat Sultra secara menyeluruh,”katanya.

Tidak hanya itu pada hari yang sama Politis Golkar ini melakukan peninjauam lansung jembatan Kendari- Langara dan juga mensidak tranportasi kapal Fery,disana Ridwan,bertemu lansung dengan Bupati Konawe Kepulauan Amrulah guna mendengar lansung aspirasi dari masyarakat terkait tranportasi laut khususnya kapal Fery.

Ridwan Bae berdiskusi dengan Bupati Konkep Amrullah,soal transportasi laut Kapal Fery Kendari-Langara (Foto:Ismed)

“Jembatan Fery Kendari -Langara,perlu perbaikan karena sangat saat ini memperihatinkan dan saya sudah dapatkan informasi dari Dishub dan Kepala Balai BPTD,anggaran yang diperlukan untuk perbaikan sekitar Rp9,9 Miliar hingga Rp 10 Miliar,”pungkas Ridwan,pada Kunker Spesifik di Sultra Minggu 28 Juli 2019.

Laporan:La Ismeid

 

Potretsultra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *