Kuasa Hukum Anton Timbang, Nilai Gugatan Kamaruddin di Pengadilan Tabrak Aturan

Kuasa Hukum Direktur PT Masempo Dalle,Dr.Abdul Rahman
Keterangan Gambar : Kuasa Hukum Direktur PT Masempo Dalle,Dr.Abdul Rahman

KENDARI – Kuasa Hukum  Anton Timbang Dr Abdul Rahman,menilai gugatan Kamaruddin di Pengadilan Negeri Unaaha,mengklaim dirinya sebagai Direktur Utama PT Masempo Dalle yang terletak di Desa Marombo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara itu menabrak aturan.

Pasalnya,Direktur Utama yang sah PT Masempo Dalle adalah Anton Timbang, berdasarkan Akta Notaris Nomor. 5/2018 tanggal 28-9-2018 tentang Akta pernyataan Keputusan bersama dan  telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI Nomor : 0020363.AH.01.02 Tahun 2018 pada 02 Oktober 2018.

Dimana atas persetujuan tersebut, Bupati Kabupaten Konawe Utara, menerbitkan IUP dengan Nomor 856 tahun 2010, pada 16 November 2010,tentang Pemberian IUP Eksplorasi PT. Masempo Dalle. Dengan Ketentuan Anton Timbang adalah Direktur Utama PT. Masempo Dalle.

“Kami menuding ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Kamaruddin memasukan gugutan ke PN Unaaha sejak 28 Maret dengan register nomor:8/Pdtg/2019/PN Unaaha melalui kuasa hukumya Andre Darmawan,” terang Abdul Rahman, Selasa (23/4/2019).

Lebih Lanjut Rahman lebih diperkuat lagi,proses terbitnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Masempo Dalle adalah Anton Timbang yang mengurus segala syarat-syarat penerbitan izin usaha Pertambangan baik dari segi administrasi maupun keuangan.

Ketua Peradi Kendari ini mengungkapkan, saat itu Anton Timbang, belum memiliki badan Hukum PT, sehingga Anton Timbang menghubungi Kamaruddin untuk menggunakan Perusahannya PT Masempo Dalle dan menempatkan Kamaruddin sebagai Direktur dan Anton Timbang sebagai Komisaris dan pemegang saham.

“Jadi sebenarnya, yang punya legal standing, punya kekuatan hukum melakukan gugatan adalah Direktur Utama Masempo Dalle yang sah adalah Anton Timbang, bukan Kamaruddin,” katanya.

Namun ironisnya masih Rahman, dengan posisi Kamaruddin sebagai Direktur PT. Masempa Dalle, telah menyalahgunkan, semua kegiatan yang berhubungan dengan penambangan,secara diam-diam melakukan aktifitas, negosiasi-negosiasi dengan pihak lain tanpa sepengetahuan pemegang saham dan Komisaris.

Rahman menuturkan, tidak hanya itu, pada tahun 2016 Kamaruddin bekerjasama dengan salah satu pengusaha Lily Sami menambang di wilayah IUP PT. Masempo Dalle, tanpa sepengetahuan Anton timbang selaku Komisaris PT. Masempo Dalle.

Sehingga melaporkan Kamaruddin di Polda Sultra, dan telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, dengan penetapan status tersangka, yang kemudian ditahan, setelah ditangguhkan penahanannya oleh Polda sultra.

“Kamaruddin menghilang sampai saat ini dalam pencarian Penyidik Polda Sultra,” ujarnya.

Laporan: Sultan

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *