KPU Konkep: PPS Jangan Ada ‘Gerakan Tambahan’ Saat Verfak Dukungan Perbaikan

Keterangan Gambar : Koordinator Divisi Teknis KPU Konkep, Badran

KONAWE KEPULAUAN – Menjelang Verifikasi Faktual (Verfak) perbaikan dukungan calon perseorangan, KPU Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar rapat kerja teknis, Rabu (6/8/2020).

Rapat ini dihadiri seluruh anggota Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tersebar di 7 (tujuh) kecamatan se-Konkep. Koordinator Divisi (Kordiv) Teknis KPU Konkep, Badran saat ditemui di ruangannya menjelaskan, rapat kerja teknis ini merupakan pembekalan kepada para anggota PPK terkait metode dan tata cara verifikasi faktual dukungan perbaikan.

“Ini sebagai pembekalan kepada PPK, karena ada yang beda dengan verifikasi faktual yang sebelumnya,” jelas Badran usai Rapat Kerja Teknis di Kantor KPU Konkep.

Sebelumnya, lanjut Badran, pada verifikasi faktual awal para anggota PPS berkunjung ke masing-masing rumah yang menyatakan dukungan ke pasangan bakal calon perseorangan, Abdul Halim – Untung Taslim. Sedangkan saat ini berbeda, yakni pihak Liaison Officer (LO) yang memfasilitasi PPS untuk mendatangkan warga yang menyatakan dukungan ke calon independen tersebut.

“Jadi nanti pihak LO yang mendatangkan para pendukung untuk berkumpul di suatu tempat, entah di lapangan, balai desa, atau di rumah penduduk dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” terangnya.

“Apabila ada warga pendukung yang belum sempat ikut dikumpul oleh LO, maka yang bersangkutan bisa langsung berkunjung ke Sekretariat PPS,” tambahnya.

Sesuai Jadwal, kata Badran, Verfak tersebut akan dilaksanakan selama 9 hari yakni mulai tanggal 8 Agustus hingga 16 Agustus 2020. Lalu dilanjutkan rekapitulasi tingkat kecamatan pada tanggal 17 Agustus sampai 19 Agustus 2020.

“Dari 3.123 dukungan yang dimasukkan, ada 58 dinyatakan TMS dalam verifikasi administrasi. Jadi total yang di Verfak itu ada 3.065 dukungan,” katanya.

Badran menegaskan, kepada para PPS yang bertugas di lapangan dalam Verfak ini agar melaksanakan verifikasi sesuai tata cara dan mekanisme yang ada. “Kami minta PPS ini jangan ada gerakan tambahan, maksudnya saat wawancaranya hanya menanyakan sebatas mendukung atau tidak mendukung, jangan lagi ditanya alasannya,” tegas Badran.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *