Konkep Dapat Jatah Rp 10 Miliar untuk Jalan Nasional

Keterangan Gambar : Proses Pengaspalan Jalan di Konkep

KONKEP – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) di bawah kepemimpinan Amrullah dan Andi Muhammad Luthfi kini menggenjot pembangunan infrastruktur jalan.

Tahun 2020 mendatang, Konkep bakal mendapatkan jatah untuk infrastruktur jalan yang dijadikan sebagai prioritas pembangunan nasional dengan anggaran sebesar Rp 10 Miliar sepanjang 2,5 Km. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konkep, Unang Sulaeman. Kata dia, jalan nasional tersebut bakal ditempatkan di Jalan Poros Langara – Bobolio yang sebelumnya berstatus sebagai jalan provinsi sepanjang 25,84 Km.

“Jadi jalan nasional itu yang tadinya jalan provinsi diambil jadi jalan nasional dengan panjang ruas 25,84 Km,” ungkap Unang pada Rabu (27/11/2019).

“Itu dari Pelabuhan Langara sampai di Pelabuhan Sawaea Bobolio. Tapi panjang penanganan 35,84 Km. Karena ada dua jalur. Kan dari Pelabuhan Langara sampai di perkantoran kan dua jalur. Terus di Bobolio juga dua jalur,” sambungnya.

Meskipun SK resmi jalan nasional tersebut belum terbit, lanjut Unang, namun pihak Pemerintah Pusat telah membantu dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 Miliar, sepanjang 2,5 Km dari Wungkolo ke Bobolio. “Tapi namanya masih jalan nasional strategis, dan pengalaman kalau mereka sudah bantu, pasti akan dilanjutkan, ini cikal bakal turunnya SK jalan nasional,” jelasnya.

Ditempatkannya Jalan Poros Langara menuju Bobolio sebagai jalan nasional, kata Unang, hal ini dikarenakan mengikuti kriteria dari Bappenas. Lanjutnya, kriteria Bappenas bahwa jalan nasional itu harus memenuhi target nasional.

“Jadi disitu ada tol laut, sehingga titiknya dari Pelabuhan Langara ke Pelabuhan Sawaea. Karena itu merupakan penghubung dalam provinsi, makanya disetujui,” terangnya.

Unang juga menjelaskan bahwa Pelabuhan Sawaea kedepan akan menghubungkan ke pelabuhan di Pulau Buton. Karena target nasional harus menghubungkan antar kabupaten dalam provinsi. “Kan banyak orang Buton di Konkep, masa mau pulang kesana harus lewat Kendari dulu, kan jauh itu,” tuturnya.

Sementara itu, tambah Unang, jalan provinsi yang sebelumnya di jalan poros Langara – Bobolio bakal dipindahkan pembangunannya di jalan poros Wawobili menuju Tumburano kelurahan, sepanjang 17, 35 Km. Sebelumnya, jalan provinsi telah melakukan pengaspalan di jalan Lampeapi – Wungkolo, sekarang sedang dilanjutkan pengaspalan dari jalan poros Lampeapi menuju ke Langara sejauh 1 Km.

“Kalau begini kan pembangunan cepat, karena ada jalan nasional, ada jalan provinsi, dan ada jalan kabupatennya juga,” tutupnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *