KAHMI Konkep Soroti Pemadaman Listrik Berulang: Pertanyakan Komitmen PLN

Keterangan Gambar : Sekretaris Umum KAHMI Konkep, Ajad Sudrajad, SH

KONAWE KEPULAUAN – Sekretaris Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ajad Sudrajad, S.H, menyoroti serius pemadaman listrik yang terus berulang di wilayah Kecamatan Wawonii Utara, Timur Laut, Wawonii Timur, dan sekitarnya tanpa pemberitahuan yang jelas kepada masyarakat.

Menurut Ajad, kondisi tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai gangguan teknis biasa, melainkan telah mengarah pada persoalan pelayanan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak PLN Unit Langara.

“Jika alasan yang terus disampaikan adalah kerusakan mesin, maka pertanyaannya sederhana, dimana langkah konkret perbaikan jangka panjangnya? Jangan sampai alasan yang sama terus diulang tanpa solusi yang jelas,” tegas Ajad dalam keterangan persnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai, ketiadaan informasi sebelum terjadinya pemadaman merupakan bentuk kelalaian dalam pelayanan publik. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian, khususnya terhadap peralatan elektronik milik warga.

Lebih lanjut, Ajad mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, masyarakat memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, serta informasi yang benar, jelas, dan jujur dalam penggunaan jasa.

“Dalam hal terjadi kerugian akibat layanan yang tidak optimal, maka penyedia jasa dalam hal ini PLN memiliki kewajiban untuk memperhatikan bentuk tanggung jawab kepada konsumen,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini menjadi semakin krusial mengingat saat ini masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa dan akan menghadapi momentum Hari Raya Idul Fitri, yang tentunya membutuhkan dukungan layanan kelistrikan yang stabil dan maksimal.

“Di bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, kebutuhan listrik masyarakat meningkat, baik untuk aktivitas ibadah maupun kebutuhan rumah tangga. Karena itu, pelayanan yang tidak optimal justru sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” tambahnya.

Ajad mendorong agar PLN Unit Langara tidak hanya fokus pada penanganan sementara, tetapi segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan yang ada. Hal tersebut guna mencegah terulangnya pemadaman secara terus-menerus, khususnya di momen penting seperti saat ini.

Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik harus dijaga melalui transparansi, responsivitas, dan komitmen nyata dalam peningkatan kualitas layanan.

“Kami berharap ada langkah konkret dan terukur dari pihak PLN. Pelayanan listrik ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, terlebih di bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *