Jalan By Pass Konkep Disoal Pendemo, Wabup Tunjukan Dokumen Amdal

Keterangan Gambar : Wabup Konkep, Andi Muh Lutfi Saat Berdialog dengan Pendemo

Potretsultra

KONAWE KEPULAUAN – Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Kebijakan Publik (PKP) berdemonstrasi ke Kantor Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) menyoal pembangunan jalan bay pass yang menghubungkan Langara-Tumbu-tumbu Jaya, Senin (29/6/2020).

Para demonstran menduga menduga pembangunan jalan by pass Konkep tersebut belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Tak lama berorasi, Wakil Bupati Konkep, Andi Muhammad Lutfi mengajak belasan massa dari PKP masuk ke kantor Bupati untuk berdialog.

Dihadapan Wabup Konkep, pendemo menilai pembangunan jalan by pass yang dikerja sejak tahun 2016 lalu hingga 2020 ini belum memiliki Amdal.

“Kami minta penjelasan apakah pembangunan bay pass sudah sesuai prosedur ataukah belum. Sebab berdasarkan kajian kami jalan ini menuai banyak masalah,” ungkap Arwan, salah satu massa aksi.

Menanggapi hal demikian, Wabup Konkep Andi Muh Lutfi mengatakan, memang aksi demosntrasi sebagai bentuk kontrol masyarakat. Ia menegaskan, soal pembangunan bay pass yang disorot demonstran itu faktanya telah mengantongi AMDAL. “Ini dokumennya, nanti saya kasih kepada adik-adik mahasiswa,” ucapnya.

Kata Andi Lutfi, master plan pembangunan bay pass telah dilakukan tahun 2015 lalu saat Abdul Halim menjabat sebagai Kepala Bappeda Konkep. Semua dokumen perencanaan baik kerangka acuan permohonan Amdal ke komisi penilai Amdal di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Konawe juga telah dilakukan sehingga keluarlah rekomendasi AMDAL, RKL, RPL yang dikeluarkan DLH Konawe pada Desember 2015. Selain itu, Bappeda Konkep juga sudah melakukan survei pemetaan.

“Berdasarkan rekomendasi dari DLH Konawe, maka Bappeda Konkep sebagai pemrakarsa pembangunan bay pass menyampaikan kepada bupati. Sehingga terbitlah surat keputusan bupati tentang izin lingkungan pembangunan jalan bay pass tahun 2016,” bebernya.

“Kemudian di tahun yang sama terbitlah Keputusan Bupati Konkep tentang Kelayakan Lingkungan Hidup rencana pembangunan jalan bay pass,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Konkep, Safiuddin Alibas menjelaskan, pembangunan jalan bay pass telah dirancang master plannya sejak tahun 2015 lalu. Saat itu Konkep dipimpin oleh pelaksana Bupati, Burhanuddin. Rencananya, jalan bay pass yang disorot itu akan menjadi ciri khas atau ikon wajah ibukota.

Safiudin juga menegaskan, mengenai belum mengntongi Amdal yang disoal oleh para demonstran itu tidak benar. Karena pembangunan bay pass telah lengkap dokumennya dan layak diteruskan pembangunannya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *