WAKATOBI – Acara Puncak Hari Nusantara 2022 resmi digelar di Marina Togo Mowondo, Wanci Kabupaten Wakatobi, Selasa (13/12/2022).
Hari Nusantara merupakan perwujudan dari “Deklarasi Djuanda”. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut dan mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh dan berdaulat. Melalui Keppres No.126/2001 dikukuhkanlah sebagai Hari Nusantara.
Jika melihat sejarahnya Saat deklarasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta, kawasan perairan Indonesia masih didasarkan Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939) yang produk hukum Hindia Belanda.
Sementara di dalam UUD 1945, tidak ada pembahasan mengenai batas wilayah Indonesia. Bila konsep hukum laut TZMKO dipakai, Indonesia bisa mengalami kerugian politik dan ekonomi.
Sehingga melalui Deklarasi Djuanda, yang disahkan menjadi UU No. 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia, wilayah laut Indonesia yang semula sebesar 1 juta kilometer persegi menjadi 3,1 juta kilometer persegi.
Pada Acara Hari Nusantara 2022 tahun ini mengangkat tema “Peningkatan Ekonomi Maritim melalui Kolaborasi Investasi Berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit Lebih Kuat,”. Dalam acara ini, sejumlah tokoh penting hadir seperti Menteri Investasi/BKPM selaku Ketua Pelaksana Pusat, Bahlil Lahadalia, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmad Heri Purwono, Anggota DPR RI Dapil Sultra, Hugua, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi Bupati Wakatobi, Haliana, serta perwakilan dari pimpinan daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia mengatakan, beberapa tahun yang lalu para senior pendahulu yang dilokomotif oleh Juanda membuat satu gagasan baru tentang luas wilayah Indonesia. Dimana selain daratan, Indonesia hanya diberikan 3 mil dari pesisir pantai.
“Tapi karena kecerdasan, keteguhan dalam melihat peluang maka tim yang dikenal dengan Deklarasi Juanda melakukan lobi di PBB sehingga luas wilayah perairan kita menjadi 13 mil,” ujar Bahlil.
“Sehingga luas wilayah kita yakni daratan menjadi 1,9 juta, luas laut menjadi 6,4 juta, luas pantai menjadi 108.000 Km dan pulau kita menjadi 17.054. Artinya kalau kita manfaatkan potensi ini maka bisa menjadi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” jelasnya.
Menteri Investasi RI yang juga keturunan asal Wakatobi ini juga menyampaikan, sebelumnya jika berbicara tentang jonsep ekonomi maka selalu orang berbicara tentang berapa banyak kayu dan berapa banyak tambang.
“Dan nikel dalam kurun waktu tertentu akan selesai seiring berjalannya waktu tetapi pesisir pantai, mangrove, karang, ikan selama-lamanya tidak akan habis yang penting selalu kita jaga,” terang Bahlil Lahadalia.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, turut hadir dengan memberikan sambutan secara virtual dalam acara ini. Luhut memaparkan bahwa Deklarasi Djuanda dan Hari Nusantara adalah momentum Indonesia untuk mewujudkan kepemimpinan tingkat internasional melalui Archipelagic and Island States Forum (AIS).
“Dengan begitu, cita-cita menuju Nusantara yang kuat, utuh, dan berkontribusi bagi tata kelautan global dapat terwujud,” ujar Luhut.
Untuk diketahui, Hari Nusantara ini telah berlangsung sejak 11-14 Desember 2022 dengan rangkaian kegiatan bakti kesehatan, lomba kuliner Nusantara se provinsi Sultra, Forum Investasi, Expo Kegiatan sultra dan Wakatobi, Panen Raya Rumput Laut, dan Penanaman Mangrove.
Di hari puncak menampilkan Demontrasi Kekuatan Alutsista Laut dan Udara Republik Indonesia, Demontrasi ketangkasan prajurit TNI AL dan TNI AU serta Pagelaran Adat Karia’a dan Kabungea.
Laporan: Akbar






















Tinggalkan Balasan