Dua Anggota Satgas BPBD Baubau Dikeluarkan Saat Ikut Latihan Gabungan PMI

Keterangan Gambar : Perkemahan di Bumi Samparona Kelurahan Kaisabu Kecamatan Sorawolio Kota Baubau

BAUBAU – Dua anggota Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau dikabarkan dikeluarkan saat tengah mengikuti kegiatan latihan gabungan Palang Merah Indonesia (PMI).

Adalah Dewi dan Cimang, dua anggota Satgas BPBD Kota Baubau ini mengikuti kegiatan Latihan Gabungan Palang Merah Indonesia (PMI) yang digelar di Bumi Perkemahan Samparona, Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio Kota Baubau.

Salah satu anggota penyelenggara Kegiatan Latihan Gabungan PMI Baubau, Ical, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa salah satu anggota Satgas BPBD bernama Dewi tengah mengikuti kegiatan PMI. Ia juga mendapatkan kabar bahwa Dewi dikeluarkan dari Anggota Satgas BPBD dengan dalih tidak meminta izin dari kantor.

“Memang benar Dewi sekarang mengikuti kegiatan Latihan Gabungan PMI di Samparona dan dia dikabarkan telah dikeluarkan dari anggota Satgas BPBD karena tidak mendapatkan izin dari kantor,” tutur Ical saat dikonfirmasi via seluler, Minggu (8/12/2019).

Yang namanya organisasi, tambah Ical, bebas dimasuki oleh siapapun. Kata dia, Dewi sudah lama mendaftarkan dirinya di PMI Baubau atas nama pribadi bukan atas nama anggota BPBD Baubau.

“Dewi ini kan sudah lama magang di Palang Merah Baubau, kenapa tidak digubris, dia mendaftar atas nama pribadi bukan atas nama BPBD. Saya kira wajar saja kalau misalnya pegawai maupun bukan pegawai masuk di organisasi, apa bedanya Pramuka dengan PMI,” tambahnya.

Kemudian, keputusan Kepala BPBD Baubau untuk mengeluarkan anggotanya dari Satgas karena mengikuti kegiatan tersebut dinilai merupakan keputusan yang keliru. Dia juga menduga kepala BPBD Baubau tidak memahami aturan tentang perekrutan organisasi.

“Saya menilai keputusan kepala BPBD sangat-sangat keliru, dia tidak paham bagaimana aturan tentang perekrutan organisasi,” katanya.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Kepala BPBD Kota Baubau, La Ode Muslimin, mengklarifikasi kabar tentang anggotanya yang dikeluarkan dari Satgas BPBD. Kata dia, sebanyak lima orang yang diutus dari BPBD sesuai permintaan dari PMI. Sedangkan dua orang lainnya yakni, Dewi dan Cimang bukan utusan, sehingga dikeluarkan. Pasalnya, dua orang ini tidak meminta izin dari kantor untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Iya itu kan tidak izin-izin itu, yang 5 orang itu ada surat tugasnya sedangkan dua orang itu tidak izin ikut di organisasi lain,” ucap Muslimin saat dihubungi via telpon selulernya.

Saat dikonfirmasi terkait status kedua anggotanya, Muslimin menjelaskan bahwa keduanya dikeluarkan dari Group Whatsapp Satgas BPBD. Katanya, keduanya akan dilakukan pemanggilan dalam waktu dekat ini.

“Mereka itukan saya keluarkan dari Group Whatsapp Satgas, tetapi bukan berarti dikeluarkan dari kantor, nanti dipanggil dulu, apa maksudnya begitu. Nanti dilihat waktu lah,” terangnya.

Lebih lanjut Muslimin menjelaskan, bisa saja masuk dua organisasi. Akan tetapi, kata dia, kalau di PMI mendapatkan honor dan di BPBD mendapatkan honor maka akan dinyatakan sebagai temuan, tidak bisa mendapatkan dua honor sekaligus.

Laporan: Irfan Sahidin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *