Dinas Pariwisata Sultra Sepakat Festival Budaya Tua Buton Masuk Event Nasional

Keterangan Gambar : Suasana Aksi dari Forum Koalisi Buton Bersatu

BUTON – Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Koalisi Buton Bersatu (FKBB) menggelar unjuk rasa pada Kamis (10/10/2019) di  depan kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Salah satu tokoh pemuda Buton yang tergabung dalam FKBB tersebut, Muhammad Risman mengungkapkan, pihaknya mendesak dengan tegas kepada Plt Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sultra I Gede Panca agar serius mengusulkan Festival Budaya Tua Buton masuk dalam kalender Ivent Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Tak hanya itu, lanjut Risman, pihak FKBB juga menolak Dinas Pariwisata Sultra untuk menginisiasi penyelenggaraan event kebudayaan zazirah Sulawesi Tenggara. Kata dia, penyelenggaraan event yang bernuansa budaya harus diserahkan pada kabupaten/ kota masing-masing.

“Dalam mengusul kalender event, harus konsisten dengan persyaratan yang telah ditetapkan, waktu tidak berubah, tempat tidak berubah, tidak berkaitan dengan peringatan ulang tahun dan didukung penuh oleh daerah penyelenggara,” kata Risman kepada Potretsultra.com

Menurut Risman, Festival Budaya Tua Buton atau FBT adalah event yang tertua dibanding event lain di Sulawesi Tenggara. Sehingga konsisten dengan waktu, tempat, materi bukan seperti peringatan Hari Ulang Tahun, tetapi punya kunjungan Wisman 14 negara, baik melalui kapal yach maupun dari yang studi di hutan lambosango, paru-paru dunia.

“Presentase event, semestinya diserahkan kepada daerah kabupaten/kota sebagai penyelenggara, sementara Pemprov merupakan perwakilan Pemerintah Pusat hanya memfasilitasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam aksi demonstrasi dihadapan Kantor Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, masa aksi diterima oleh Plt. Kadis Pariwisata Sultra, I Gede Panca.

Dia menyampaikan siap melaksanakan tuntutan aksi demonstrasi “mengusulkan dan mengawal Festival Budaya Tua Buton” masuk di Calender of Event (CoE) atau kalender Ivent pariwisata Nasional dari Kementerian Pariwisata (Kemempar)”. Menurutnya, bahwa Festival Budaya Tua Buton pantas dan harus diusulkan dalam CoE 2020.

Tidak sampai disitu, setelah mendengarkan penyampaian dari I Gede Panca. Masa aksi meminta agar bersama-sama menuju kantor Gubernur Sultra. Mengetahui itu, beberapa Koordinator Lapangan (Korlap) dibantu aparat kepolisian memediasi masa aksi dengan Plt. Kadis Pariwisata secara baik-baik.

Sekitar 30 menit berlangsung demonstrasi di hadapan kantor Pariwisata Sultra masa aksi membubarkan diri dengan tertib serta berpindah menuju Kantor gubernur Sultra. Tiba di kantor Gubernur Sultra, sikap demonstrasi berbeda dengan aksi yang dilakukan di Dinas Pariwisata. tensinya sedikit tinggi, di halaman kantor Gubernur terjadi ‘adu mulut’ antara masa aksi demonstrasi dengan pihak keamanan (kepolisian dan Pol-PP).

Namun, tetap masih dalam Keadaan baik dan dapat dikoordinasikan sehingga tidak terjadi hal yang tidak diharapkan.

Pada aksi dihadapkan kantor Gubernur, diterima oleh Staf Ahli Sultra, M. Djudul, didampingi Plt. Kadis Pariwisata Sultra, I Gede Panca. Dihadapan Masa aksi mewakili Gubernur Sultra, M. Djudul, menyatakan “Festival Budaya Tua akan dikawal dan diperjuangkan dalam CoE 2020”. Demikian, sikap secara tertulis diatas meterai bertanda tangan Fahrul Alwa sebagai mewakili Koordinator Aksi, Plt. Kadis Pariwisata, I Gede Panca, Staf Ahli Provinsi Sulawesi Tenggara, M. Djudul.

Laporan: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *