Cerita Dokter Susanto: Kerja di Rumah Sakit Lampung Sambil Kuliah di UICI

Keterangan Gambar : Dokter di Salah Satu Rumah Sakit di Lampung yang juga Mahasiswa UICI, dr. Susanto (Foto: IST)

JAKARTA – Profesi dokter tidak mengahalangi semangat Susanto untuk kembali ke bangku kuliah. Ketertarikan akan hal-hal baru telah mendorongnya mengambil kuliah di Program Studi Sains Data Universitas Insan Cita Indonesia (UICI).

Dalam sesi wawancara dengan tim public relation (PR) UICI pada Rabu (08/06/2022) lalu, Susanto mengungkapkan ketertarikannya pada perkembangan teknologi digital saat ini, terutama terkait dengan data, machine learning dan artificial intelligence.

“Saya setelah lulus kuliah memang punya ketertarikan pada perkembangan teknologi digital. Mulai kepo tentang komputer, macam-macam lah itu. Setelah itu kenal ada machine learning, artificial intelligence, dan kebetulan di UICI buka Sains Data,” kata Susanto.

Susanto merupakan mahasiswa Program Studi Sains Data angkatan kedua. Sebelumnya, ia sudah pernah menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah.

Profesinya sebagai dokter menuntutnya untuk bisa membagi waktu, antara kuliah dengan pekerjaan. Terlebih, selain menjadi dokter di salah satu rumah sakit di Lampung, ia juga merupakan dokter di sebuah klinik.

“Alhamdulillah sistem perkuliahan di UICI memudahkan mahasiswa untuk belajar. Seperti tagline-nya accessible for all, bisa kuliah kapan saja dan di mana saja. Hal itu sesuai dengan kesibukan saya sebagai seorang dokter. Saya tetap bisa mengikuti kuliah dan bekerja sehari-hari sebagai dokter,” ungkap Susanto.

Susanto menceritakan pengalamannya menjadi mahasiswa di UICI. Menurutnya proses pembelajaran berjalan dengan baik meskipun tidak pernah bertemu secara langsung dengan para dosen. Para dosen berhasil menyampaikan materi dengan baik.

“Terutama dengan mata kuliah Kewarganegaraan. Saya kebetulan cukup mengagumi Prof. Anhar. Jadi kaget banget, ini Anhar siapa saya pikir ya, ternyata benar Prof. Anhar Gonggong. Saya biasanya mengikutinya di TV atau di Youtube beliau. Ini di UICI ketemu beliau,” tambah Susanto.

Selain itu, Susanto terkesan dengan mahasiswa di UICI yang lintas batas, profesi dan usia. Ia bisa mengenal banyak orang dengan berbagai latar belakang.

“Yang unik lagi dari range usia atau rentang usia dari berbagai latar belakang pekerjaan, latar belakang budaya yang berbeda, sehingga meningkatkan kemampuan kita untuk lebih bersosialisasi di dunia digital sekarang ini,” jelas Susanto.

Perlu diketahui, Susanto merupakan Bendahara Angktan Kedua Mahasiswa UICI. Ia mengikuti Student Union Writing Club.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *