Berkunjung ke Bali, Mahfud MD Diberi Penghargaan Udayana Award

Keterangan Gambar : Menko Polhukam, Mahfud MD Saat Menerima Penghargaan Udayana Awards (Sumber: Akun Resmi Instagram Milik @mohmahfudmd)

Potretsultra

BALI – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD berkunjung ke Bali dengan mengikuti Acara Dies Natalis Ke-60 di Universitas Udayana Bukit Jimbaran, Jumat (30/9/2022).

Di sela-sela kesibukannya yang sangat padat, Mahfud MD menghadiri Acara Dies Natalis yang dirangkaikan dengan pemberian Udayana Awards. Mahfud MD mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang di berikan oleh Universitas Udayana dalam bidang penegakan hukum dan keadilan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Unud kepada saya dalam bidang penegakan hukum dan keadilan masyarakat,” ungkap Mahfud seperti dilansir dari akun resmi Instagram milik @mohmahfudmd.

Sementara itu, Mantan Ketua MK itu mengaku merasa terlalu tersanjung setiap ada anugerah yang diberikan. Ia mengaku apa yang dirinya lakukan selama ini merupakan hal yang biasa dilakukannya. Hanya saja, lanjutnya, hal biasa yang dia lakukan itu terjadi pada situasi masyarakat yang tidak biasa.

“Sejujurnya, setiap ada anugerah seperti ini kepada saya, saya merasa terlalu tersanjung, apa yang saya lakukan selama ini adalah hal yang biasa, bukan hal yang luar biasa. Saya melakukan hal-hal yang luar biasa di tengah kehidupan masyarakat yang tidak biasa,” jelasnya.

Potretsultra

Setelah itu dari Bukit Jimbaran, Mahfud MD menuju ke sebuah Hotel di Sanur untuk berdialog dengan tokoh-tokoh di bali. Diantaranya tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh kampus, dan para budayawan. Ia berdiskusi berbagai masalah bangsa, dari urusan kemasyarakatan, hukum, hingga ideologi.

Dalam agenda diskusi tersebut, Mahfud MD lebih banyak mendengarkan dan mencatat berbagai saran dan masukan dari para tokoh, dan dia juga menyampaikan sangat senang karena para peserta dialog sangat antusias untuk menyampaikan pendapat dan masukan.

“Seperti biasa, saya lebih banyak mendengar dan mencatat berbagai saran dan masukan dari para tokoh. Saya senang karena para peserta dialog antusias untuk menyampaikan pendapat dan masukan,” ucapnya.

Bersama sahabatnya yang juga sebagai narasumber, menko Polhukam ini mengaku bersyukur karena memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

“Bersama sahabat saya, I Dewa Gede Palguna yang juga sebagai narasumber, saya sampaikan bahwa kita bersyukur karena memiliki Pancasila sebagai ideologi. Ideologi adalah pemersatu bangsa kita. Karena itu, teori Fukuyama, dan Huntington tidak berlaku di Indonesia,” pungkasnya.

Laporan: Omen

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *