Bank BTN Kendari Klarifikasi Keringanan Penundaan Kredit 1 Tahun dan Penambahan Jangka Waktu 2 Tahun

Keterangan Gambar : Kepala BTN KC Kendari,Erik Budi Setiawan (Foto:Ismed)

Potretsultra

KENDARI–  Pemerintah menginginkan keringanan bagi debitur yang sulit membayar cicilan kredit karena terdampak Pendemik virus corona (Covid 19). Presiden Joko Widodo menyatakan akan ada penundaan cicilan selama setahun dan penurunan bunga untuk kredit usaha mikro,kecil,dan menengah (UMKM).Penundaan cicilan selama setahun juga berlaku untuk kredit motor/mobil oleh ojek online dan sopir taksi, serta kredit perahu oleh nelayan.

Sejauh ini,regulator industri jasa keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan yang memerintahkan bank untuk menerapkan kebijakan seperti disebut Jokowi.Yakni peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 yang berisi panduan bagi bank yang mau mendukung kebijakan stimulus perekonomian lewat restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak covid 19.

Namun keringanan dan penundaan pembayaran kredit selama satu tahun ke pihak Perbankan dalam masa pandemik Covid-19,bagi debitur memultitafsirkan lain.

Salah seorang debitur Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang (KC) Kendari merasa dirugikan,karena dari penundaan satu tahun tersebut,dari pihak BTN memberikan penambahan jangka waktu kredit menjadi bertambah 24 bulan, yang menurutnya hal tersebut sangat menguntungkan pihak Bank dan merugikan debitur,misalnya dari jangka waktu ansuran 15 tahun menjadi bertambah 17 tahun.

Pihak BTN KC Kendari menepis anggapan tersebut.Kepala BTN KC Kendari, Erik Budi Setiawan, saat ditemui di salah satu kedai kopi, Sabtu 04 April 2020 memberi tanggapannya.

“Justru dengan kebijakan relaksasi penundaan bayar selama setahun, pihak Perbankan yang mengalami kerugian, karena pendapatan bunga yang seharusnya didapatkan pihak Bank mengalami penundaan,”Ujarnya.

Selain itu,dengan adanya restrukturisasi kredit, pihak Perbankan harus mencadangkan nilai kerugian pada akun neraca pembukuan Bank.

Selama masa penundaan satu tahun, apabila debitur yang memiliki tunggakan angsuran sebelumnya, tunggakan tersebut bisa dikesampingkan.Setelah masa penundaan selesai, otomatis angsuran dan tunggakan angsurannya akan kembali ditagihkan oleh pihak bank.

“Tetapi,melihat kondisi saat ini,tidak ada yang menjamin kondisi pulih setelah satu tahun. Tambahan jangka waktu kredit tersebut, bertujuan untuk meringankan debitur agar angsuran debitur tidak mengalami kenaikan,”terangnya

Namun,Erik menekankan,penundaan pembayaran kredit hanya diperuntukan bagi debitur yang terkena dampak Covid 19, dan ingin mendapatkan keringan. Hal tersebut pun sudah tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2020, tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

namun jika debitur tidak menginginkan, maka bank tidak akan memaksakan restrukturisasi tersebut kepada debitur.

“Kami,pihak BTN sudah mengikuti intruksi pemerintah untuk memberikan relaksasi bagi masyarakat atau debitur yang terkena dampak Covid-19,”pungkasnya.

Erik menambahkan tidak semua debitur yang mengajukan keringanan penundaan kredit selama 1 tahun kepada pihak bank lansung disepakati begitu saja.Tetapi ada proses survei lokasi dan juga pertimbangan mata pencaharian debitur ditengah wabah covid 19 khususnya bagi yang terdampak.

Pewarta :La Ismeid

 

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *