Airlangga Mundur, Pengaruhi Dukungan Pilkada? Analisa LM Bariun: Masih Sangat Dinamis

Keterangan Gambar : Pengamat Hukum Sultra, LM Bariun (Foto: Istimewa)

KENDARI – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dijadwalkan terlaksana 20 Agustus 2024 pasca Airlangga Hartarto mundur dari posisi ketua umum Golkar baru-baru ini.

Pakar dan elit politik masih dinamis membaca polemik yang menjadi alasan krusial sehingga Airlangga tiba-tiba mundur dari jabatan ketua umum partai berlambang beringin itu.

Pakar Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr LM Bariun SH, MH menganalisis dinamisasi yang terjadi di tubuh Golkar pasca mundurnya Airlangga.

Satu sisi penilaian Dr LM Bariun, yakni komitmen kebijakan politik partai Golkar yang telah disepakati Airlangga dan pengurus internal, utamanya terkait dukungan politik berupa rekomendasi kepada para kepala daerah gubernur, wali kota, dan bupati yang bakal berkontestasi di Pilkada 2024.

Menurut mantan ketua harian Golkar dan Ketua Bappilu Golkar Sultra ini bahwa partai beringin dalam pengambilan keputusan selalu mengedepankan asas musyawarah internal pengurus pusat, bukan bergantung seluruhnya pada keputusan ketua umum seperti yang terjadi di beberapa partai.

Dengan demikian kata LM Bariun, kemungkinan besar tidak berpengaruh dengan rekomendasi dukungan kepada para calon kepala daerah.

“Jadi Golkar pengambilan keputusan pada pleno, sehingga kemungkinan untuk berubah dukungan itu kecil, itu bila ketua umumnya nanti di tangan pengurus internal,” katanya, Kamis (15/08/2024).

Beda cerita bila dalam Munaslub nanti, pucuk pimpinan DPP Golkar diketuai oleh kalangan eksternal partai. Analisa LM Bariun bisa jadi keputusan dukungan bakal calon kepala daerah dinamika politiknya justru berubah arah.

“Tentu dengan mundurnya Airlangga Hartarto sekarang menuai tanggapan bagi semua elit politik dan pengamat. Di internal Golkar pun masih bertanya-tanya mengapa Airlangga mundur. Apakah karena desakan kasus hukum atau alasan lainnya. Kita belum tahu,” tambah LM Bariun.

“Jadi kita lihat saja dinamikanya, karena para kandidat semua ada di Jakarta masih harap-harap cemas soal pintu partainya,” tukasnya.

Diketahui, mundurnya Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar memunculkan sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai pengganti.

Diantaranya, Menteri Investasi Bahlil Lahadia, Plt Ketum DPP Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Sebelumnya juga menguat kabar beberapa tokoh yang masuk dalam bursa calon ketua umum Golkar yakni Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden Joko Widodo.

Tim Redaksi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *