LM Rusman Emba Sukses Raih Gelar Doktor di UHO: Kaji Kepemimpinan Visioner dan Inovatif

Keterangan Gambar : Mantan Bupati Muna, LM Rusman Emba dalam Promosi Doktor di UHO Kendari (Foto: IST)

KENDARI – Mantan Bupati Muna, LM Rusman Emba sukses meraih gelar doktor di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Rusman Emba menyelesaikan program doktoralnya pada Program Studi Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Halu Oleo dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4.0.

Keberhasilan tersebut diraih usai menjalani Sidang Promosi Doktor yang berlangsung di Aula Lantai I Pascasarjana UHO Kendari, Senin (25/5/2026). Dalam sidang terbuka itu, Rusman Emba berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Kepemimpinan Visioner dan Inovatif dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi dan Politik di Sulawesi Tenggara”.

Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah di tengah era transformasi digital, perubahan sosial, serta dinamika politik modern. Disertasi tersebut menyoroti pentingnya kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Capaian akademik ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pengabdian Rusman Emba yang selama ini dikenal aktif di bidang pemerintahan, politik, usaha, dan pembangunan masyarakat.

Lahir di Raha, 15 April 1973, Rusman Emba merupakan anak ketiga dari enam bersaudara pasangan almarhum Briptu H. La Ode Emba dan Wa Ode Sumiati Mpoono. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 1 Raha sebelum melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Raha dan SMA Negeri 1 Raha hingga lulus pada 1992.

Ia kemudian melanjutkan studi di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin dan meraih gelar sarjana pada 1998. Semangatnya dalam dunia pendidikan terus berlanjut dengan menyelesaikan Program Magister Ilmu Manajemen di Universitas Halu Oleo pada 2019. Pada 2021, ia juga mengikuti Program Profesi Insinyur di Universitas Hasanuddin sebelum akhirnya menempuh pendidikan doktoral di UHO.

Selama menjalani studi doktoralnya, Rusman Emba fokus mengkaji isu kepemimpinan visioner, inovasi, transformasi ekonomi dan politik, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan daerah.

Di dunia pemerintahan dan politik, Rusman Emba memiliki rekam jejak panjang. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Muna periode 2004–2009, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2010–2014, Anggota DPD/MPR RI Dapil Sulawesi Tenggara periode 2014–2015, hingga dipercaya menjadi Bupati Muna selama dua periode, yakni 2015–2020 dan 2021–2026.

Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, sosial, olahraga, dan politik. Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, di antaranya Ketua Umum KNPI Kabupaten Muna, Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sultra, Ketua SOKSI Sultra, Ketua Bapilu DPD I PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara, Ketua FKPPI Sulawesi Tenggara, hingga Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Akademisi Kepulauan Buton, Dr. Anidi, S.Ag., M.Si., M.S.I., M.H., turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rusman Emba menjadi bukti bahwa seorang pemimpin daerah harus memiliki kapasitas intelektual yang kuat selain pengalaman birokrasi dan politik.

“Keberhasilan La Ode Muhammad Rusman Emba meraih gelar doktor menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan visi pembangunan yang progresif,” ujar Dr. Anidi.

Dosen Magister Administrasi Pendidikan UM Kendari itu juga menilai disertasi Rusman Emba sangat kontekstual dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini.

“Transformasi ekonomi dan politik membutuhkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan inovatif. Kajian akademik yang dilakukan beliau menjadi kontribusi penting dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Keberhasilan promosi doktor ini sekaligus menambah daftar tokoh daerah Sulawesi Tenggara yang mampu mengintegrasikan pengalaman kepemimpinan praktis dengan penguatan kapasitas akademik. Capaian tersebut juga menjadi simbol kemajuan kualitas sumber daya manusia daerah di tingkat nasional.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *