KOLAKA UTARA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara sukses menggelar penutupan Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kabupaten Kolaka Utara
Agenda ini dirangkaikan dengan kegiatan Peer Learning Meeting, Rabu (6/5/2026), di Aula Perpustakaan Daerah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan budaya literasi sejak dini sekaligus memperkuat sinergi pembinaan perpustakaan desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara ini ditutup oleh Ibu Bupati Kolaka Utara, selaku Bunda Literasi yang dihadiri oleh OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, perwakilan Kementerian Agama, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, para kepala desa, kepala sekolah SD/MI, dewan juri, guru, pendamping, serta para peserta lomba.
Dalam kegiatan ini, Pemerintah Pusat dan Pemda Kolaka Utara melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memberikan penghargaan berupa uang pembinaan, plakat, dan sertifikat kepada para pemenang lomba bertutur, perpustakaan desa terbaik, serta PIC perpustakaan desa yang dinilai kreatif dan inovatif.
Bunda Literasi Kabupaten Kolaka Utara, Dra. Hj. A. Nurhayani Nurrahman dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari gerakan membangun karakter generasi melalui literasi.
“Saya merasa bangga melihat anak-anak kita tampil dengan penuh semangat, ekspresi, dan penghayatan. Ini adalah bukti bahwa literasi telah mulai tumbuh dan hidup di tengah generasi muda kita,” ujarnya.
Nurhayani Nurrahman menekankan pentingnya peran perpustakaan desa sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
“Perpustakaan desa hari ini harus menjadi ruang yang hidup, tempat belajar, berinovasi, dan memberdayakan masyarakat. Melalui sinergi dan kolaborasi, kita dorong perpustakaan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kolaka Utara, Murni Baso, S.Pd, S.D menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Kami terus mendorong transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, sekolah, dan masyarakat mampu menghadirkan inovasi dan dampak nyata,” ungkapnya.
Murni Baso juga berharap melalui peer learning meeting, para pengelola perpustakaan desa dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik.
“Ke depan, kami ingin seluruh perpustakaan desa di Kolaka Utara semakin aktif, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat gerakan literasi di Kabupaten Kolaka Utara.
Melalui lomba bertutur dan pembinaan perpustakaan desa, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Adapun hasil lomba bertutur tingkat SD/MI adalah:
• Juara I: SDN 1 Wawo
• Juara II: SDN 6 Pakue
• Juara III: SDN 2 Ngapa
• Juara IV: SDN 9 Lasusua
• Juara V: SDN 1 Pakue
• Juara VI: SDN 15 Lasusua
Sementara untuk lomba perpustakaan desa terbaik:
• Terbaik I: Desa Woitombo
• Terbaik II: Desa Lapolu
• Terbaik III: Desa Ponggiha
• Terbaik IV: Desa Maruge
• Terbaik V: Desa Jabal Kubis
• Terbaik VI: Desa Saludongka
Kategori PIC perpustakaan desa kreatif dan inovatif:
• Terbaik I: Afdal Asmin (Perpusdes Lapolu)
• Terbaik II: Sri (Perpusdes Ponggiha)
• Terbaik III: Ananda Saskia, S.I.
• Terbaik III: Rahmat Saade (Perpusdes Jabal Kubis)
• Terbaik IV: Jumriati Hasan, S.Pd
• Terbaik V: Herlinda Hafid (Perpusdes Maruge)
• Terbaik VI: Muh. Sajidin Farhan, S.Ag (Perpusdes Saludongka).
Laporan: Andika






















Tinggalkan Balasan