KENDARI – Kegiatan peluncuran project ARUS (Action for Resilience and Sustainable Seas) digelar di salah satu hotel di Kota Kendari sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mewujudkan Ekonomi Biru dan pencapaian target 3 Global Biodiversity Framework (GBF).
Program ini resmi diluncurkan oleh Direktur Konservasi Ekosistem, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, dan di hadiri baik daring maupun luring oleh perwakilan pemerintah, akademis, NGO, Kelompok masyarakat, Media, Kedutaan Besar Inggris, dan COAST Facility, Selasa (25/11/2025).
Project ARUS diimplementasikan oleh Rare dan Save the Children, dengan dukungan COAST Facility Indonesia melalui UK Government’s Blue Planet Fund. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, inisiatif ini akan memperkuat program yang ada untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dan ekosistem pesisir di Kabupaten Muna dan Buton.
Melalui ARUS, upaya tersebut akan diperkuat dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam penguatan tata kelola ekosistem pesisir, peningkatan penghidupan, penguatan ketangguhan terhadap perubahan iklim, serta penerapan prinsip GEDSI dalam kebijakan dan praktik pengelolaan perikanan skala kecil.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial – ekologis Masyarakat pesisir, memastikan keberlanjutan sumber daya laut dan memperluas manfaat ekonomi bagi nelayan di dua kabupaten ini.
Pemerintah Inggris melalui Blue Planet Fund sangat mendukung inisiatif ini melalui program Arus untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, dan mempertahankan ekosistem penting di laut.
Alex Lau, Team Leader of Environment and Sustainable Commodities dari the British Embassy Jakarta, menyampaikan bahwa inisiatif ini adalah contoh nyata dari kolaborasi Kemitraan Strategis Inggris dan Indonesia.
“ARUS mendorong upaya konservasi untuk dapat mencapai target keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” ujar Alex.
Project ARUS merupakan bagian penting dari implementasi pilar pertama Ekonomi Biru Indonesia, yaitu perluasan 30% kawasan konservasi laut di Indonesia, menurut Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan Direktur Konservasi Ekosistem, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, dalam sambutan yang disampaikan oleh Ahmad Sofiullah, KaTimja Konvensi dan Neraca Laut.
“Indonesia memiliki target untuk mempeluas kawasan laut yang dilindungi baik secara formal seperti Kawasan Konservasi Laut Daerah, maupun yang dikelola bersama masyrakat. Ini adalah satu landasan penting dalam mencapai tujuan Ekonomi Biru,” jelasnya.
“Melalui project ARUS di Sulawesi Tenggara, kami berupaya mendorong tata kelola pesisir yang lebih inklusif agar komunitas pesisir yang rentan dan termarginalkan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dan menciptakan mata pencaharian alternatif yang lebih baik.” tambah Bernard Thredy, MEL & KM Manager, COAST Facility Indonesia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sulawesi Tenggara, dalam sambutan selamat datang yang disampaikan Lely Fajriah Djafar, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut menyambut baik hadirnya Project ARUS yang memperkuat program PAAP yang telah berjalan sejak 2019 di Sulawesi Tenggara khususnya kawasan PAAP di Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna.
“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra seperti ini penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan dan inklusif di Sulawesi Tenggara,” terangnya.
Sementara itu, Hari Kushardanto, Vice President Rare Indonesia menyampaikan, project ARUS memperkuat pondasi yang telah dibangun dengan lebih memperkuat aspek ketahanan sosial, adaptasi perubahan iklim, dan lebih inklusif lagi melibatkan kelompok perempuan, remaja, disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
“Kami ingin memastikan masyarakat pesisir menjadi pelaku utama dalam menjaga laut mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi pengelola yang berdaya,” ucapnya.
Tentang Project ARUS
Action for Resilience and Sustainable Seas (ARUS) merupakan proyek kolaboratif yang dilaksanakan oleh Rare Indonesia dan Save the Children Indonesia, dengan dukungan COAST Facility Indonesia melalui UK Government’s Blue Planet Fund.
Program ini berfokus pada penguatan tata kelola pesisir, peningkatan kapasitas masyarakat, dan penerapan pendekatan ekonomi biru yang inklusif di dua provinsi prioritas: Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat.
Di Sulawesi Tenggara, kegiatan ini difokuskan pada Kawasan PAAP yang berada di Kabupaten Buton dan Kabupaten Muna, sementara di Nusa Tenggara Barat, implementasi program dilakukan di Kabupaten Lombok Barat.
Tentang Rare
Rare adalah organisasi internasional yang bekerja bersama masyarakat pesisir untuk memperkuat pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku dan kebijakan berbasis bukti.
Rare mengimplementasikan pendekatan Fish Forever dan co-management untuk memperkuat ketahanan sosial-ekologis di kawasan pesisir Indonesia.
Tentang Save the Children
Save the Children berkomitmen untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan hidup, belajar, dan berkembang secara optimal, termasuk di wilayah pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim.
Di Indonesia, Save the Children berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial melalui program inklusif.
Laporan: Jumrin






















Tinggalkan Balasan