Kisruh Pelayanan RSUD Baharuddin, BPRS Turun Tangan Desak Pemkab Muna Ambil Tindakan Serius

Keterangan Gambar : Ketua BPRS Sultra, Dr, LM Bariun, SH, MH

MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mengambil langkah cepat dalam menangani kisruh pelayanan di RSUD dr. Baharuddin.

Pasalnya, kekisruhan itu ikut menyusul mundurnya dokter spesialis dan kekosongan tenaga ahli yang menyebabkan terganggunya layanan kesehatan.

Ketua Umum BPRS Sulawesi Tenggara, Dr. LM Bariun SH, MH mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Muna tersebut. Ia menegaskan, rumah sakit merupakan fasilitas vital yang memberikan layanan dasar hingga kegawatdaruratan bagi masyarakat. Karena itu, setiap permasalahan internal harus segera diselesaikan agar tidak berdampak pada akses kesehatan warga.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat Pemda. Begitu kasus ini mencuat, kami langsung berkoordinasi dengan Bupati Muna, Bachrun Labuta, dan beliau segera mengambil tindakan tegas dengan mengganti Direktur RS Baharuddin,” ujar Bariun, Sabtu (15/11/2025) lalu.

Sebelumnya, Direktur RSUD dr. Baharuddin, dr. Muhammad Marlin, mengungkap ke media bahwa dokter spesialis bedah diduga belum menerima insentif selama beberapa bulan. Bahkan, insentif yang sebelumnya sebesar Rp30 juta dilaporkan diduga dipotong menjadi Rp20 juta per bulan. Kondisi ini turut memicu mundurnya dokter spesialis bedah yang merasa tidak nyaman dengan situasi internal rumah sakit.

Kekosongan dokter ahli tersebut berdampak serius pada pelayanan medis hingga membuat pasien memilih berobat ke rumah sakit lain. Namun, Bariun menyayangkan pernyataan dr Marlin yang disampaikan secara terbuka ke media massa, karena dinilai dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

“Pernyataan itu berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi warga. Masyarakat bisa enggan berobat ke RSUD dr. Baharuddin karena merasa pelayanan bermasalah,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemda Muna akan melakukan perbaikan manajemen RSUD dr. Baharuddin dan melibatkan BPRS Sultra untuk memperkuat pengawasan di rumah sakit berstatus BLUD tersebut.

Bariun memastikan pihaknya akan bekerja profesional untuk menelusuri persoalan yang terjadi dan memastikan pelayanan kesehatan kembali berjalan optimal.

“Fokus kami adalah menjaga stabilitas pelayanan kesehatan agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat berobat,” tegasnya.

Tim Redaksi

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *