Koordinasi dan Sinkronisasi Lintas Sektor, Konkep Bersiap Menuju Kabupaten Layak Anak

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Konawe Kepulauan

KONAWE KEPULAUAN – Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar kegiatan koordinasi dan sinkronisasi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Konawe Kepulauan pada Kamis (11/9/2025) lalu. Rapat koordinasi dan sinkronisasi ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Konkep, Safiuddin Alibas, SP, ME.

Narasumber kegiatan ini dari tim percepatan KLA Dinas P3A PPKB Provinsi Sultra. Selain itu turut pula dihadiri sejumlah Kepala OPD yang terkait dengan klaster 1 sampai klaster 5.

Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Konkep, Safiuddin Alibas mengungkapkan,
Sebagaimana diketahui bersama, Kabupaten Layak Anak merupakan sistem pembangunan berbasis hak anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan tujuan agar hak-hak anak dapat terpenuhi secara optimal.

“Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta komitmen nasional dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak tahun 2030,” ujar Safiuddin Alibas dalam sambutannya.

Untuk itu, lanjut Safiuddin, kehadiran Gugus Tugas KLA di Kabupaten Konawe Kepulauan menjadi sangat penting sebagai wadah koordinasi lintas sektor.

“Keberhasilan kita dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak dapat dicapai hanya oleh satu OPD saja, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak yakni pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media, akademisi, dan tentu saja partisipasi aktif anak melalui Forum Anak,” jelasnya.

Menurut Kepala Bappeda Konkep ini, Kabupaten Konawe Kepulauan telah menunjukkan komitmen dalam upaya pemenuhan hak anak melalui berbagai program dan kegiatan, antara lain pembentukan Forum Anak Daerah, pembangunan taman bermain ramah anak, penyelenggaraan sekolah ayah bunda, serta penguatan Desa Ramah Perempuan dan Anak.

“Namun demikian, kita masih menghadapi berbagai tantangan seperti isu stunting, pernikahan usia anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta keterbatasan ruang ramah anak,” paparnya.

Melalui rapat Gugus Tugas ini, Safiuddin berharap agar masing-masing OPD dapat mengintegrasikan program dan kegiatan yang berpihak pada anak dalam perencanaan pembangunan daerah.

Kemudian diharapkan dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor sehingga langkah-langkah pemenuhan hak anak dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.

Selanjutnya mendorong inovasi dan partisipasi aktif Forum Anak agar suara anak benar-benar didengar dan dijadikan bahan pertimbangan dalam kebijakan daerah, dan memastikan keterlibatan dunia usaha dan media dalam mendukung pencapaian indikator KLA.

“Mari kita bersama-sama menjadikan Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah yang ramah anak, di mana setiap anak dapat tumbuh, berkembang, terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, serta memiliki ruang untuk berpartisipasi secara bermakna dalam pembangunan,” harapnya.

“Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, insya Allah target peningkatan kategori Kabupaten Layak Anak dapat kita raih,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *