Dinilai Cacat Prosedural, Himagri ‘Tarik Diri’ dari Pemilihan Presma BEM UM Kendari

Keterangan Gambar : Ketua Umum Himagri Universitas Muhammadiyah Kendari, Muh Risal

KENDARI – Pemilihan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari tahun 2025 ini disoroti mahasiswa.

Sorotan itu diantaranya datang dari Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) UM Kendari yang secara resmi menyatakan sikap untuk tidak berpartisipasi atau absensi dalam rangkaian pemilihan Presma BEM tingkat universitas tahun ini.

Sikap tegas ini diambil dari hasil rapat pengurus Himagri sebagai bentuk kekecewaan atas cacat prosedural dan lemahnya koordinasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Muhammadiyah Kendari.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Himagri UMKendari, Muh Risal. Kata dia, keputusan ini muncul setelah sejumlah indikasi ditemukan dalam penyelenggaraan pemilihan, mulai dari proses verifikasi pasangan calon, transparansi penyampaian visi-misi, hingga dugaan inkonsistensi dalam jadwal debat terbuka.

Menurut Risal, kedua pasangan calon dinilai belum menunjukkan komitmen nyata terhadap aspirasi mahasiswa lintas fakultas, termasuk mahasiswa pertanian, yang justru sering kali terabaikan dalam setiap siklus pemilihan.

Lanjut Risal, pihaknya juga menilai bahwa KPUM Universitas telah gagal menjalankan fungsinya secara profesional dan netral, serta abai dalam memastikan keterlibatan seluruh elemen mahasiswa. Minimnya sosialisasi, pengambilan keputusan sepihak, dan tidak adanya forum klarifikasi publik atas sejumlah keberatan dari berbagai fakultas menjadi catatan serius dalam pelaksanaan demokrasi kampus kali ini.

“Kami tidak dalam posisi mendukung atau menolak salah satu pasangan calon. Namun, kami menolak ikut dalam proses yang tidak sehat dan tidak transparan. Demokrasi mahasiswa harusnya menjadi ruang pembelajaran etika, bukan praktik keliru yang mencederai nilai partisipasi,” ujar Risal dalam keterangan resminya, Jumat (25/7/2025).

Risal menegaskan bahwa Himagri UM Kendari juga memberikan teguran terbuka kepada KPUM Universitas untuk segera mengevaluasi kinerja internal, serta melakukan perbaikan menyeluruh dalam pelaksanaan pemilu mahasiswa ke depan. Evaluasi ini penting agar kepercayaan mahasiswa terhadap sistem pemilihan BEM dapat kembali dipulihkan.

“Dengan sikap ini, kami berharap menjadi pengingat bahwa kualitas demokrasi kampus harus dijaga melalui integritas, keterbukaan, dan partisipasi yang bermakna,” tegasnya.

Laporan: Jumrin

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *