KOLAKA UTARA – Seorang pasien berinisial ND menyampaikan keluhan pasca menjalani operasi ringan di RSUD Djafar Harun, Kabupaten Kolaka Utara, dua bulan lalu.
Pasien tersebut datang untuk mengobati luka di bagian kaki, yang menurut penuturan pihak keluarga, telah dilakukan pemeriksaan rontgen dan tindakan medis oleh tim rumah sakit.
Namun, setelah dua bulan pasca tindakan medis, luka ND belum menunjukkan tanda-tanda penyembuhan optimal. Merasa ada kejanggalan, pasien bersama seorang warga yang membantu, memeriksa luka secara mandiri dan mengklaim menemukan potongan kayu kecil di bekas luka tersebut. Video dari temuan itu pun sempat beredar luas di media sosial.
Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kontributor Potretsultra.com mengonfirmasi ke pihak rumah sakit. Dokter Syarif, salah satu tenaga medis di RSUD Djafar Harun, menyampaikan bahwa rumah sakit tidak menutup diri terhadap kritik dari masyarakat.
“Kami tidak melarang masyarakat mengkritik RS Djafar Harun, selama itu demi perbaikan layanan. Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kedepannya,” ujarnya.
Saat ditanya siapa yang menangani tindakan medis terhadap pasien ND, Dokter Syarif menjelaskan bahwa tindakan tersebut termasuk dalam kategori bedah, dan dokter bedah definitif yang bertugas saat ini adalah Dokter Andi Widiarsa.
Potretsultra.com juga menghubungi langsung Dokter Andi Widiarsa untuk mendapatkan klarifikasi. Dokter Widiarsa menyampaikan bahwa pasien datang dalam kondisi luka yang sudah mengalami infeksi, dan telah dilakukan pemeriksaan rontgen saat itu.
“Hasil rontgen tidak menunjukkan adanya benda asing seperti potongan kayu. Benda semacam itu memang sulit terlihat dalam hasil rontgen. Dalam dunia medis, benda yang tidak bisa diterima tubuh biasanya akan berusaha dikeluarkan melalui proses alami,” jelasnya.
Pihak keluarga pasien berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius dari Direktur RSUD Djafar Harun, dan menjadi momentum evaluasi untuk mencegah hal serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSUD Djafar Harun belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait keluhan yang disampaikan pasien.
Laporan: Andika
























Tinggalkan Balasan