KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah daerah (Pemda) Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 10, Selasa (12/4/2023).
Upacara yang dihadiri oleh seluruh pimpinan SKPD, camat, Kepala Desa, dan sejumlah stakeholder berbeda dengan hari biasanya. Karena hari itu menjadi pertanda satu decade terbentuknya Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni pada 12 April 2013 silam.
“Hari ini genap sudah Konkep berusia 10 tahun, tentunya diusia yang masih seumur jagung ini masoh banyak hal yang mesti dibenahi disegala aspek pembangunan. Namun demikian, telah banyak kemajuan dan prestasi yang telah dicapai,” ujar Bupati Konkep, Ir. H. Amrullah, MT.
Jejak Konkep dan BerAMAL
Terhitung sejak tanggal 12 April 2013, Kabupaten Konawe Kepulauan resmi disahkan dalam sidang paripurna DPR RI yang melakukan pemekaran dari Kabupaten Konawe sesuai UU Nomor 13 Tahun 2013.
Sebagai kabupaten yang baru terbentuk, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Gamawan Fauzi melantik Drs. H. Muhammad Nur Sinapoy yang sebelumnya sebagai Sekda Kabupaten Konawe untuk menjadi Pejabat (Pj) Bupati Konawe Kepulauan pada tanggal 23 Oktober 2013. Namun karena M. Nur Sinapoy saat itu maju bertarung di Pilkada Konkep tahun 2015, maka amanah tersebut diserahkan kepada Ir. Burhanuddin, M.Si.
Pilkada Konkep perdana digelar 9 Desember 2015 dengan diikuti 3 pasangan calon. Mereka diantaranya Amrullah dan Andi Muhammad Lutfi yang diusung oleh Partai Demokrat, Gerindra, PKPI, dan PBB. Sedangkan pasangan Nur Sinapoy – Abdul Salam mengantongi tiket melalui PAN, PDI-P, PKB, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, dan PKS. Untuk pasangan Ridwan Landipo – Kurdin Wahab maju melalui jalur independen.

Amrullah – Andi Lutfi Saat Berjalan Kaki Menuju Panggung Deklarasi
Hasilnya, Amrullah dan Andi Muhammad Lutfi dengan membawa tagline BerAMAL berhasil memenangkan pertarungan dan menjadi Bupati dan Wakil Bupati definitif pertama di Kabupaten Konawe Kepulauan. Selanjutnya, pada Pilkada Konkep 2020, Amrullah – Andi Lutfi kembali berhasil memenangkan pertarungan untuk jilid kedua.
Menggenjot Pembangunan Infrastruktur
Usai dilantik, Amrullah-Andi Muhammad Lutfi langsung ‘tancap gas’ menggenjot pembangunan di Kabupaten Konawe Kepulauan. Mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, infrastruktur telekomunikasi, penerangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), hingga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Di sektor pembangunan jalan, dari tahun 2016 hingga tahun 2020, infrastruktur jalan yang telah dilakukan pengaspalan mencapai 66,5 Km melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, dan APBN. Begitu pun dengan pembangunan jembatan. Hampir semua jembatan-jembatan dengan bentangan panjang sudah tuntas dibangun sejak di periode pertama.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Konkep, Unang Sulaeman Bersama Tim Sedang Melakukan Pemantauan Pengaspalan Jalan Konkep
Memasuki periode kedua, Amrullah-Andi Lutfi kembali menggenjot pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan. di tahun 2021, Pemda Konkep melakukan pengaspalan jalan sejauh 14 Km. Kemudian di tahun 2022 dilakukan pengaspalan jalan sejauh 5,83 Km.
Tahun 2023 ini, ada 4 (empat) ruas jalan yang akan dilakukan pengaspalan. Tak tanggung-tanggung, Pemda Konkep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25,18 Miliar untuk ‘menghitamkan’ beberapa ruas jalan. Lokusnya yakni ruas Mata Dimba menuju Lebo, ruas jalan Lawey menuju Wawouso, ruas jalan Roko-Roko menuju Nambo Jaya, dan ruas jalan Lamoluo menuju Perkantoran Bupati.
Konkep juga tahun ini mendapatkan jatah pengaspalan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) yang dianggarkan melalui APBN tahun 2023 untuk ruas jalan Bobolio menuju Wawouso Kecamatan Wawonii Selatan. Dari anggaran tersebut, ditarget akan mengaspal sejauh 7 Km. Tak hanya itu, APBN juga di tahun ini teralokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Wungkolo dengan bentangan 25 meter dan Jembatan Lamoluo bentangan 25 meter.

Bupati Konkep, Amrullah Bersama Wabup Konkep, Andi Muhammad Luthfi (Foto: IST)
Meski begitu, Pemda Konkep tak henti-hentinya terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk menuntaskan progres pengaspalan di beberapa ruas jalan. Saat ini Konkep telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar mendapatkan jatah dana Inpres untuk dilakokasikan pada tahun 2024 mendatang.
“Jika hasil komunikasi ke Pemerintah Pusat terkait usulan dana Inpres ini terakomodir maka kita bisa optimis bahwa pengaspalan jalan di Konkep nanti akan mencapai 90 persen,” ujar Kepala Dinas PUTR Konkep, H. Harsin Abdul Rahim.
Ditarget, pengaspalan jalan lingkar Konkep telah tuntas di tahun 2025 mendatang. Diproyeksikan bahwa jalan lingkar Pulau Wawonii yang menghubungkan seluruh kecamatan, kelurahan dan desa dapat terwujud dan terlaksana di tahun 2025 nanti.
Perjuangan dari Terisolir Jadi Merdeka Sinyal
Sama halnya dengan infrastruktur telekomunikasi. Pemda Konkep gencar membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi. Perjuangan untuk membawa daerah ini dari terisolir hingga bisa ‘internetan’ ternyata menuai hasil yang besar.
Menahkodai Konkep hingga di penghujung masa jabatan periode pertama, Amrullah bersama wakilnya Andi Muhammad Lutfi berhasil membuka Konkep dari keterisolasian daerah. Kini 7 kecamatan se Konkep telah teraliri jaringan telepon seluler. Bahkan di sejumlah desa telah menikmati akses internet dengan kapasitas 4G.

Peletakkan Batu Pertama BTS Jaringan XL 4G di Desa Sinar Masolo Kecamatan Wawonii Tenggara oleh Wabup Konkep
Tercatat, hingga di tahun 2020, ada 16 Base Transceiver Station (BTS) jaringan 4G yang telah terbangun di Konkep. Dari 15 BTS tersebut, 11 diantaranya dibangun oleh Kementerian Kominfo RI melalui Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). Sedangkan 5 lainnya dibangun secara komersial atau pihak swasta, 3 BTS terbangun di wilayah Langara, 1 BTS di wilayah Lampeapi, dan 1 BTS lagi di wilayah Roko-Roko.
Mengawali periode kedua, perjuangan Amrullah – Andi Lutfi untuk menjadikan Konkep merdeka sinyal kembali memanen hasil yang baik. Pasalnya, di tahun 2021 Pemda Konkep berhasil mendatangkan tim BAKTI Kominfo untuk mensurvei 43 titik BTS untuk pembangunan jaringan 4G. Hasilnya, 21 BTS yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan berhasil terbangun.

BTS Telkomsel Lansilowo
Pemda Konkep masih terus berupaya untuk berkoordinasi dan melakukan konsolidasi ke Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan kita bisa ambil, dan setelah bisa terambil semua maka Insya Allah Wawonii sudah merdeka sinyal. sudah tidak ada lagi wilayah kita yang blankspot, utamanya di wilayah-wilayah pemukiman masyarakat,” ucap Kepala Dinas Kominfo Konkep, Jamhur Umirlan.
Selain jaringan BTS, Kabupaten Konawe Kepulauan juga mendapatkan jatah pembangunan wifi gratis di 35 titik pada tahun 2021 lalu. Wifi tersebut dibangun di sejumlah kantor desa, kantor camat, sekolah, Puskesmas, Polsek, dan kantor KIM.
Membangun SDM dengan Wawonii Cerdas
Ada adagium yang berkembang, maju mundurnya suatu negara sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusianya. Sedangkan kualitas SDM atau generasi itu ditentukan pada kualitas pendidikannya.
Maka tidak heran jika Nelson Mandela berpesan, “education is the most powerfull weapon which you can to change the world”. Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia.
Lihatlah Jepang melalui gerakan Restorasi Meiji tahun 1868 yang mengirim mahasiswanya untuk belajar ke luar negeri (ke Francis dan Jerman), dan meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis. Buah dari gerakan Kaisar Meiji tersebut adalah kita dapat melihat bangsa Jepang telah membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya. Langkah ini juga dilakukan oleh China, Korea Selatan, Malaysia, dan India.
Sama halnya dengan Kabupaten Konawe Kepulauan yang kini dinahkodai Amrullah sebagai Bupati dan Andi Muhammad Lutfi sebagai wakilnya. Pemerintah Daerah Konkep menggelontorkan anggaran sebesar Rp 6 Miliar per tahun untuk program Beasiswa Wawonii Cerdas. Nampaknya, Amrullah sangat serius memajukan daerahnya melalui pembangunan SDM.

Suasana Penyetoran Berkas Beasiswa Wawonii Cerdas (Foto: Jubirman)
Sang Insinyur itu tidak main-main dengan janjinya. Ia benar-benar menepati janji kampanye yang pernah ia lontarkan pada Pilkada 2015 silam. Amrullah sangat komitmen dengan janji politiknya. Sebagai kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Tenggara, Amrulah berani mengeluarkan anggaran beasiswa di angka miliaran rupiah untuk membiayai perkuliahan generasi Pulau Wawonii di semua jenjang baik D3, D4, S1, S2, hingga S3. Bahkan tahun 2020 ini, Pemda Konkep menaikkan anggaran beasiswa sebesar Rp 6,5 Miliar.
Hasilnya, ada ribuan mahasiswa asal Konkep yang tercatat sebagai penerima program Beasiswa Wawonii Cerdas. Program ini bergulis sejak tahun 2016 di awal periode BerAMAL dan berlanjut hingga kini di periode kedua.
Bupati Konkep, Amrullah mengungkapkan, bahwa Beasiswa Wawonii Cerdas yang diinisiasi olehnya bukan muncul begitu saja. Beasiswa ini terlahir dari cerita panjang perjalanan dan pengalaman hidup masa lalu yang mengetahui pentingnya pendidikan bagi generasi muda.
“Sehingga tekad untuk membiayai anak-anak kita sudah lama lahir dari pengalaman sejak dulu. Ini dilakukan demi generasi Konkep agar bangkit semangatnya, bangkit tekadnya demi masa depan Konkep yang gemilang,” jelasnya

Bupati Konkep, Ir H Amrullah, MT Bersama Para Narasumber dalam Dialog Pendidikan
Orang nomor wahid di Konkep ini juga mengatakan, meski daerah ditata seindah mungkin, namun jika SDM-nya tidak dibangun dan dikembangkan maka Konkep akan tergilas oleh zaman dan tertingal dari daerah-daerah lain. Amrullah berkomitmen, akan membangkitkan generasi muda Konkep agar sejajar dengan daerah-daerah lain.
“Saya ingin nanti kedepannya, ada profesor dari Pulau Wawonii ini,” tegasnya.
Redaksi






















Tinggalkan Balasan