KENDARI – Baru-baru ini Presiden Republik Indonesia (RI), Jokowi Widodo (Jokowi) telah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kenaikan harga BBM menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan. Salah satu kritikan lahir dari ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) Sulawesi Tenggara Ashar Rasyid saat di hubungi oleh media Potretsultra.com, pada Senin 5/9/2022.
Selaku Ketua DPW Partai Parsindo Sultra Ashar Rasyid menyorot soal kenaikan harga BBM yang belum saatnya naik sebab saat ini, ekonomi rakyat dalam keadaan susah akibat dampak pandemi covid 19. Tahun terakhir ini perlunya di pandang serius perihal ekonomi rakyat yang terpuruk.
“Saat ini ekonomi rakyat masih terpuruk akibat dari pandemi covid 19 dibeberapa tahun terakhi”, ungkapnya.
Lebih lanjut Ashar mengatakan pemerintah sebaiknya mencari alternatif lain untuk menambah Pemasukan keuangan negara untuk menjaga stabilitas ekonomi negara saat ini.
“Saya selaku pelaku usaha juga mengalami dampak akibat covid 19”, tuturnya.
Mantan ketua Ketua Serikat Buruh Sejahtera tahun 1992 itu mengatakan Niat pemerintah saya rasa baik tapi di satu sisi pemerintah juga harus memikirkan nasib rakyat soal kekuatan ekonomi, kemampuan, daya beli dan lain lainnya.
Laporan : Jarman






















Tinggalkan Balasan