BANDUNG – Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara, Bahtra Banong menyoroti terkait transaksi perbankan para pekerja asing di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS).
Bahtra mempertanyakan transaksi perbankan dua perusahaan tambang yang beraktivitas di Kabupaten Konawe Provinsi Sultra tersebut saat kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI di Bandung, melakukan Pertemuan dengan Pihak Perbankan dan OJK.
“Terkait Pekerja asing yang ada di Virtue Dragon dan OSS berjumlah ribuan tetapi diduga mekanisme penerimaan gaji mereka tidak menggunakan bank yang ada di Indonesia tetapi dikirim langsung ke China, baiknya karyawan menerima gaji melalui bank lokal Indonesia setelah itu barulah para karyawan boleh mentrasnfer ke bank China,” ujar Bahtra Banong seperti dilansir dari akun resmi Instagram @fraksipartaigerindra, Sabtu (18/6/2022)
“jika itu diterapkan maka ada potensi penghasilan negara melalui transaksi antar bank,” sambungnya.
Politisi muda Partai Gerindra ini juga menduga, di kawasan pabrik PT VDNI dan PT OSS tidak menggunakan rupiah. Namun menggunakan mata uang Yuan serta transaksi keuangan tidak berjalan di sekitar area perusahaan. Sebab para karyawan dilarang keluar, maka akibatnya tidak terjadi perputaran uang.
“Dan Mereka dilarang keluar dari area pabrik. Sehingga karyawan tidak belanja. Padahal kalau mereka dibolehkan berbelanja di luar pabrik maka UMKM disana akan tumbuh,” katanya.
Laporan: Redaksi






















Tinggalkan Balasan