Pemkot Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Gedung SMAN 7 Baubau

Keterangan Gambar :

BAUBAU – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melakukan peninjauan terhadap dua lokasi rencana usulan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk pembangunan gedung SMAN 7 Baubau.

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Rabu (2/3/2022) lalu. Dua lokasi yang bakal diusulkan itu terletak di dua kelurahan yang berbeda, yaikni di Kelurahan Kadolokatapi dan Kelurahan Bukit Wolio Indah.

La Ode Ahmad Monianse saat ditemui sejumlah media di salah satu lokasi yang ditinjau tersebut mengatakan, dari kedua lokasi tersebut salah satunya sudah menjadi milik pemerintah Kota Baubau, dan salah satu diantaranya masih merupakan milik masyarakat atau warga.

Terkait lokasi mana yang rencana bakal digunakan untuk rencana pembangunan gedung SMA Negeri 7 tersebut, lanjut Ahmad Monianse, semua pilihan diserahkan kepada pihak Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

“Kita mencoba untuk mendokumentasikan tempat ini, kemudian nanti kita akan undang pihak Dinas Pendidikan Provinsi untuk melihat, kira-kira berdasarkan dua tawaran tempat ini mana yang akan lebih dipilih oleh mereka, karena mereka yang akan membangun, kita hanya menyiapkan lahan,” ungkap Ahmad Monianse seperti dilansir dari akun resmi FB milik @pemkotbaubau.

La Ode Ahmad Monianse mengaku, kedua lokasi tersebut memiliki potensi yang sama, baik dari segi kepadatan penduduk, maupun dari akses jalan.

“Pada prinsipnya kedua lokasi ini sama saja potensinya, tinggal kita liat nanti kira-kira mana yang akan di pilih oleh pihak Provinsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut La Ode Ahmad Monianse berharap, agar masyarakat juga dapat memberikan dukungannya. Dan jika dalam pengembangan sarana tersebut ada yang bersentuhan dengan hak-hak masyarakat, agar dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan baik demi untuk kepentingan pendidikan generasi muda.

“Jadi dimohon juga pemahaman atau kontribusi dari masyarakat, karena memang untuk membangun sarana pendidikan seperti ini dibutuhkan kontribusi dari semua pihak. Baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri, minimal mereka bisa menjaga kenyamanan pendidikan,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *