5 Perwakilan Konkep Lulus sebagai Tenaga Ahli Cagar Budaya

Keterangan Gambar : Peserta Asesmen Tenaga Ahli Cagar Budaya dari Perwakilan Konkep (Foto: IST)

Potretsultra

KENDARI – Hasil asesmen Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah resmi diumumkan pada Kamis (6/5/2021) Kemarin.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D berdasarkan Keputusan Hasil Asesmen Nomor: SS-PCBM.961/LSPKEB/V/2021 tanggal 3 Mei 2021 yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi P-2 Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hasil asesmen TACB Provinsi Sultra yang dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 April 2021 tersebut terbagi dalam 3 kategori, yaitu Ahli Cagar Budaya Utama, Ahli Cagar Budaya Madya, dan Ahli Cagar Budaya Pratama. Sebanyak 83 peserta yang mengikuti asesmen dari 15 Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dari jumlah peserta yang ada, hanya 77 peserta yang dinyatakan lulus atau kompeten, dan 6 peserta dinyatakan belum kompeten. Dalam asesmen TACB tersebut, 5 perwakilan dari Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dinyatakan kompeten. Mereka diantaranya yakni, Suhail, S.Pd, M.Pd, Hasim, S.Pd, Armin Ukbadar, S.Pd, M.Sos, Mando Maskuri, S.Sos, dan Dermawan, S.Pd, M.Si.

Suhail, salah satu peserta asesmen dari perwakilan Konkep yang dinyatakan kompeten mengungkapkan, dengan adanya Tim Ahli Cagar Budaya ini telah ada hak legalitas untuk merekomendasikan kepada pemerintah terkait cagar budaya di daerah.

“Dengan adanya TACB ini kita sdh berhak dan memiliki legalitas untuk merekomendasikan kepada pemerintah. Pemerintah sdh dapat menetapkan Cagar budaya yang ada didaerah sebagai Warisan Cagar budaya setelah ada rekomendasi dari tim ahli,” ujar Suhail kepada Potretsultra.com, Jumat (7/5/2021).

Suhail berharap, Tim Ahli Cagar Budaya Konkep dapat bersinergi dengan Pemda untuk menetapkan cagar budaya yang saat ini masih belum jelas statusnya karena belum adanya tim ahli sesuai amanah UU Nomor 10 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Dan kemudian Cagar budaya kita ini dapat dipelihara, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat konawe Kepulauan,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *