Pemda Konkep ‘Gerak Cepat’ Penanganan Stunting

Keterangan Gambar : Foto Bersama Usai Kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Konawe Kepulauan

KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Pusat telah menetapkan stunting sebagai isu proritas nasional dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menegah Nasional (RPJMN) tahun 2022-2024 dengan target penurunan angka stunting. Sehingga Pemerintah mengintruksikan tiap-tiap daerah dalam percepatan penanganan stunting.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Kepualan (Konkep) memfokuskan penaganan stunting pada tahun 2022 sampai tahun 2023 sekarang ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konkep, Bisman Abdullah, SKM, M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Asnur Jaya, S.Gz. mengungkapkan, pihaknya telah melakukan ‘gerak cepat’ dalam proses penanganan stunting di Konkep kegiatan yang dilakukan sudah kurang lebih 29 jenis kegiatan untuk menangani stunting.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi pemetaan situasi penurunan stunting, melakukan pelacakan dan konfirmasi masalah gizi tentang stunting, kami juga telah melakukan diseminasi hasil pencatatan dan pelaporan penurunan stunting dan yang terbaru kita melakukan kegiatan Diklat Stunting dibawah koordinasi Bappeda Konkep,” ucap Asnur saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/09/2023).

Asnur menjelaskan, di Konkep ada 9 Puskesmas yang tersebar di 7 Kecamatan sudah diprogramkan perencanaan anggarannya untuk melakukan kegiatan percepatan penurunan stunting.

“Sektor Kesehatan itu kami fokus pada pendataan, pengukuran, penimbangan berat badan pada anak-anak. Kemudian ada juga intervensi seperti memberikan makanan tambahan, penyuluhan pada kelompok yang beresiko,” jelasnya.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Konkep, Asnur Jaya, S.Gz (Foto: Jarman)

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Konkep, Asnur Jaya, S.Gz (Foto: Jarman)

Lebih lanjut, Asnur mengatakan, dampak stunting pada anak akan berdampak pada dua gejala yakni pertama akan perpengaruh pada pertumbuhan pada anak, sehingga anak pertumbuhan anak tidak normal dan biasanya anak itu akan pendek. Kemudian yang kedua akan berpengaruh perlambatan otak pada anak sehingga berpengaruh pada daya tangkap dan serap pembelajaran di sekolah akan lambat.

Kata Asnur, sebagai bentuk gerak cepat penurunan angka stunting, pihaknya juga melakukan beberapa inovasi untuk membangun Rumah Cegah Stunting. Pemda mengupayakan setiap desa itu harus ada rumah cegah stunting.

“Tahun ini baru satu yang dibangun Rumah Cegah Stanting di desa Wawobili. Harapannya setelah muncul satu ini setidaknya setiap kecamatan harus ada satu. Kita menginginkan di desa-desa ikut juga untuk mendirikan rumah cegah stunting yang berkolaborasi dengan pemerintah desa dan dinas Kesehatan,” katanya.

Dengan hadirya rumah cegah stunting, tambah Asnur, pihaknya akan memaksimalkan pelayanan seperti memberikan makanan tambahan dan susu yang diformulasikan khusus yang mengandung kalsium, zat besi, bagi ibu hamil yang kekurangan energi kronis dan terpapar kekurangan gizi agar anak lahir kedepanya tidak terpapar gejala stunting.

Sebelumnya, dalam Kegiatan Rembuk Stunting di Desa Lanowatu, Kecamatan Wawonii Barat pada Kamis, (31/08/2023). Sambutan Bupati Konawe Kepulauan H. Amrullah, melalui Asisten III James Adam Muke, S.Sos., M.Si mengatakan, dalam RPJMD Konkep salah satu prioritas adalah percepatan penurunan stunting dengan kegiatan priroitasnya yakni pengembangan Rumah Cegah Stunting. Ia berharap kepada seluruh lining sektor untuk saling berkolaborasi dan bekerjasama dalam penurunan stunting.

“Saya berharap agar para OPD terkait khususnya Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas P2KBP3A, TP-PKK, organisasi profesi serta stakeholder lainnya termasuk TNI-Polri serta organisasi profesi, dan Asosiasi Pemerintah Desa di bawah koordinasi bappeda, untuk berkolaborasi melakukan upaya percepatan penurunan stunting di daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Ia mendapat laporan dari hasil kolaborasi yang masif antara TNI-Polri-Puskesmas-TP-PKK dan OPD terkait yang disebut “Gebrak Stunting” untuk percepatan penurunan stunting Konkep berada pada peringkat ke 6 dari 17 Kabupaten Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah kita berada pada peringkat ke 6 dari 17 kabupaten/kota se Sultra. Saya berkeyakinan, kita akan mampu mencapai kinerja terbaik, asalkan kita terus melakukan berbagai inovasi dan upaya untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan,” tutupnya.

Laporan : Jarman

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *