MUNA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Muna terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran keumatan hingga ke akar rumput.
Melalui langkah strategis yang terukur, MUI Kabupaten Muna kini melebarkan sayap ke seluruh kecamatan sebagai upaya membuka “obor baru kehidupan” di tengah masyarakat. Gerakan ini menjadi lompatan jauh yang menandai keseriusan MUI dalam membentuk dan mengaktifkan kepengurusan MUI Kecamatan se-Kabupaten Muna.
Gerakan strategis tersebut menjadi tekad yang tinggi MUI dalam upaya “memantapkan Keislaman, Keimanan, Keilmuan dan Amal Shaleh Umat Islam Kabupaten Muna”
Langkah tersebut dipandang sebagai kebutuhan mendesak agar peran ulama, umara, dan cendekiawan Muslim dapat lebih dekat, responsif, dan solutif terhadap persoalan umat di tingkat lokal.
Sebagai bentuk keseriusan dan percepatan gerak organisasi, Pengurus MUI Kabupaten Muna secara resmi mengukuhkan dan melantik Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Muna untuk masa khidmat 2025–2030. Pelantikan berlangsung secara serentak dan khidmat di Masjid Al Markaz Al Islam Al Munajat, Kota Raha, pada Sabtu, (27/12/2025).
Pelantikan ini berada di bawah komando langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Muna yang juga Rektor Universitas Karya Persada Muna (UKPM), Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M.S., didampingi Sekretaris Umum La Ode Abdul Syukur, S.Ag., M.Pd. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam sejarah penguatan struktur organisasi MUI di daerah.
Pembentukan MUI Kecamatan diharapkan mampu memperkuat fungsi keulamaan dalam menjawab tantangan sosial, keagamaan, dan moral yang berkembang di masyarakat. Dengan struktur yang lebih dekat ke wilayah kerja, MUI Kecamatan diharapkan menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, serta penyelesaian persoalan keagamaan secara bijak dan kontekstual.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa MUI tidak hanya hadir di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar hidup dan berdenyut di tengah masyarakat kecamatan dan desa.
Usai pelantikan, MUI Kabupaten Muna langsung melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-IV yang digelar di Aula Galampano. Rakerda ini menjadi forum strategis untuk membedah dan menyusun program kerja dari masing-masing komisi.
Sebanyak 11 komisi yang ada di tubuh MUI Kabupaten Muna memaparkan serta mendiskusikan program unggulan yang akan dijalankan selama periode 2025–2030. Fokus pembahasan meliputi penguatan dakwah, pendidikan keagamaan, ekonomi umat, fatwa dan hukum Islam, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Sinergi dan Kekompakan Jadi Kunci Kemajuan
Ketua Umum MUI Kabupaten Muna, Prof. Usman Rianse, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta partisipasi seluruh pengurus. Ia menekankan bahwa kekompakan dan sinergi merupakan modal utama untuk membawa MUI semakin maju dan berdaya guna.
“Ini adalah langkah awal yang sangat penting. Dengan kebersamaan dan kekompakan, kita bisa melebarkan sayap MUI dan menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan terbentuknya MUI Kecamatan dan tersusunnya program kerja yang terarah melalui Rakerda IV, MUI Kabupaten Muna meneguhkan diri sebagai organisasi keumatan yang progresif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Cahaya MUI kini tak hanya bersinar di pusat kabupaten, tetapi juga mulai menyala di setiap kecamatan menjadi obor baru kehidupan bagi umat dan masyarakat Kabupaten Muna.
Di bawah komando Tokoh Cendekian Muslim Prof. Usman keberadaan MUI Kecamatan dirancang tidak sekadar sebagai pelengkap struktur organisasi, melainkan sebagai motor penggerak utama pelayanan keumatan di tingkat lokal.
MUI Kecamatan menjadi perpanjangan tangan MUI Kabupaten dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengayoman, dan pemberdayaan umat secara langsung dan berkelanjutan.
Prof Usman menegaskan bahwa MUI Kecamatan memiliki peran strategis sebagai penjaga moral umat, penguat moderasi beragama, serta mitra pemerintah kecamatan dalam menjaga stabilitas sosial dan keagamaan. Dengan struktur yang lebih dekat ke masyarakat, MUI Kecamatan diharapkan mampu merespons persoalan keagamaan secara cepat, arif, dan solutif.
Selain itu, MUI Kecamatan diarahkan untuk menjadi ruang konsolidasi ulama, imam masjid, dai, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam satu barisan keumatan. Sinergi ini penting untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Di bawah kepemimpinan Mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) serta dukungan Pengurus MUI Kabupaten Muna akan terus mendorong MUI Kecamatan untuk berperan aktif menjalankan program-program strategis seperti pembinaan generasi muda, penguatan pendidikan keagamaan nonformal, pencegahan paham keagamaan ekstrem, serta penguatan ekonomi umat berbasis masjid dan komunitas lokal.
“MUI Kecamatan harus hadir, terlihat, dan dirasakan manfaatnya oleh umat. Mereka adalah garda terdepan MUI di tengah masyarakat,” tegas Prof Usman
Dengan arah komando yang jelas dan dukungan penuh dari MUI Kabupaten, MUI Kecamatan diharapkan menjadi obor penerang kehidupan umat, menjaga nilai keislaman, serta memperkuat persatuan dan keutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Muna.
Tim Redaksi



































Tinggalkan Balasan