KONAWE KEPULAUAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) kini telah berhasil menancapkan dirinya sebagai daerah digital.
Pemda Konkep melalui Badan Keuangan Daerah terus melakukan berbagai macam upaya agar seluruh transaksi keuangan di daerah bisa dilakukan secara elektronik. Sehingga, berkat kerja kerasnya kini hasilnya membanggakan menjadikan Konkep masuk dalam daerah dengan kategori Daerah Digital dalam hal Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Dalam hal pencapaian Indeks ETPD 2022 – 2023 se Sulawesi Tenggara (Sultra), Konkep berhasil mencapai persentase 89,1 persen. Angka ini menempatkan Konkep di posisi ke empat se Sultra. Hasil inilah yang menjadikan Konkep masuk kategori Daerah Digital.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah, Mahmud, SP, M.PW. Tercapainya Konkep sebagai daerah digital ini tentu merupakan hasil dari kolaborasi bersama dari semua pihak agar terus mempersembahkan yang terbaik untuk Konawe Kepulauan.
“Alhamdulillah, kerja ikhlas, kerja bersama, kerja cerdas, kerja tuntas, inilah hasil dari kolaborasi kita bersama dari semua pihak. Konkep berhasil masuk sebagai daerah digital,” ujar Mahmud, Selasa (21/11/2023).
Lebih lanjut, mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Konkep itu menjelaskan, ada dua indikator penilaian ETPD, pertama yakni Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah dari sisi belanja yaitu penggunaan aplikasi pengelolaan keuangan daerah melalui SIPD dan SIMDA -NG FMIS. Kedua, ETPD dari sisi pendapatan daerah yakni pajak dan retribusi daerah melalui Tapping box dan mobile banking QRIS.
“Alhamdulillah potret ETPD kita dari tahun 2022 sudah mengalami kemajuan yang signifikan, dan di tahun 2023 kita berhasil masuk daerah digital. Padahal target kami sebelumnya nanti tahun 2024 baru kita masuk daerah digital. Namun berkat kerja keras kita semua, Alhamdulillah target itu telah tercapai sebelum 2024,” jelasnya.
Mahmud juga menyampaikan bahwa pencapaian ini tentu tak terlepas dari peran-peran penting dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan para Kepala OPD. Agar prestasi ini tetap dipertahankan, semua pihak harus harus terus menjaga ritme dalam hal bertransaksi dari tunai menjadi non tunai dengan memanfaatkan tapping box dan aplikasi Qris.
Laporan: Jarman






















Tinggalkan Balasan