KENDARI – Dinamika internal yang terjadi di lingkungan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali menyita perhatian publik.
Ketegangan memuncak setelah terjadinya aksi pembongkaran paksa pintu Gedung Rektorat, Kamis (15/1/2026) pekan lalu.
Menanggapi dinamika dan ketegangan yang terjadi di lingkungan Unsultra, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (HMPS PKO) Unsultra, Muh. Ali Rusdin, menegaskan bahwa kampus harus tetap dijaga sebagai ruang akademik yang kondusif dan aman.
Ali Rusdin mengatakan bahwa perguruan tinggi merupakan tempat berlangsungnya Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga polemik yang terjadi diharapkan tidak mengganggu proses akademik.
“Setiap perbedaan pandangan maupun klaim hukum yang muncul merupakan ranah hukum dan administrasi negara. Penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme hukum yang sah. Kami berharap agar proses perkuliahan tetap berjalan lancar dan kondusif,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa HMPS PKO Unsultra tidak berpihak kepada salah satu kubu mana pun dalam polemik yang terjadi. Organisasi mahasiswa, kata dia, berdiri di atas kepentingan mahasiswa serta keberlangsungan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh mahasiswa Unsultra terkhususnya Mahasiswa Program Studi PKO agar tidak terseret dalam konflik kepentingan, tidak memihak secara emosional, serta tetap menjaga sikap netral, kritis, dan rasional,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ali Rusdin berharap agar mahasiswa PKO Unsultra dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga kondusivitas kampus. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika akademik, semangat intelektual, serta mengutamakan stabilitas proses belajar-mengajar.
“Kepentingan mahasiswa, keberlangsungan akademik, dan masa depan institusi harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok atau individu mana pun,” pungkasnya.
Tim Redaksi





















Tinggalkan Balasan