Bahlil Lahadalia Sebut UICI Jadi Kampus Pilihan Tepat Mahasiswa

Keterangan Gambar : Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia (Sumber: Instagram @uiciofficial)

JAKARTA – Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia menyebut Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) sebagai kampus tepat pilihan mahasiswa.

“Menurut saya, UICI adalah kampus tepat sebagai pilihan untuk bagaimana bisa menempuh ilmu, karena apa, ekstrenalnya lebih kuat daripada internalnya,” ujar Bahlil Lahadalia dalam video yang diupload oleh akun Instagram resmi @uiciofficial, Selasa (31/5/2022).

Menurut mantan Bendahara Umum PB HMI itu, kekuatan jaringan eksternal kampus UICI dapat mengantarkan para mahasiswanya untuk lebih mudah berdiskusi dengan para tokoh nasional.

“Bayangkan saja, UICI ini kalian kuliah bisa ketemu dengan semua pejabat yang ada di Republik ini dengan gampang kalian berdiskusi,” katanya.

Bahlil menegaskan bahwa kualitas seseorang tidak bergantung pada kampus mana ia berkuliah. Namun kualitas seseorang lebih tergantung pada mahasiswa yang bersangkutan.

“Teman-teman yang kuliah di UICI nggak perlu berkecil hati, kampus tidak bisa menjamin kualitas seseorang. Yang bisa menjamin kualitas seseorang itu adalah mahasiswanya sendiri. Dosen, bangunan itu hanyalah instrument,” pungkas Bahlil.

Untuk diketahui, Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menjadi kampus digital startup pertama di Indonesia yang telah resmi dilaunching 22 Juli 2021 lalu dan disambut baik oleh Presiden RI Joko Widodo.

Rektor Universitas Insan Cita Indonesia, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc, M.Eng menjelaskan, UICI adalah kampus masa depan startup university yang fokus untuk mengembangkan universitas berbasis digital. Karena digital bukan lagi suatu pilihan, tetapi suatu keharusan

Lanjut Prof Laode, pandemi Covid-19 dan revolusi tekhnologi 5G yang mengakselerasikan cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi tanpa distance, space, dan time. Sehubungan dengan perkembangan tekhnologi di atas, maka top universitas di dunia sudah mengembangkan virtual simulator untuk pendidikannya.

“Virtual simulator ternyata jauh lebih bisa menghemat biaya, meningkatkan kreativitas dan motivasi mahasiswa yang bisa dilakukan secara berulang-ulang,” ujar Prof Laode.

Disamping itu, tambah Prof Laode, ada hal yang fundamental juga yang dikembangkan di UICI yaitu budaya digital, paket keislaman, dan keindonesiaan. Lulusan UICI diproyeksikan adalah suatu generasi yang punya keahlian dan pengetahuan digital juga memiliki karakter akademik yang kreatif, motivatif, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam.

“Untuk itu saya mengajak calon mahasiswa UICI untuk bergabung bersama membangun masa depan Indonesia, tumbuh bersama UICI,” ajaknya.

Laporan: Omen

Potretsultra Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *