JAKARTA – Dalam sejarah panjang Partai Golkar, selalu ada momen krusial di mana partai ini membutuhkan sosok yang mampu menjembatani masa lalu dan masa depan, menjaga warisan kekaryaan, sekaligus menjawab tantangan zaman.
Hal ini disampaikan oleh Mantan Ketua Umum PB HMI, Muhammad Arief Rosyid Hasan yang belum lama ini telah resmi menjadi kader Partai Golkar. Menurutnya, di tengah dinamika politik hari ini, kehadiran Bahlil Lahadalia dinilai banyak pihak sebagai perwajahan baru Golkar.
“Sebuah simbol transformasi politik yang menggabungkan akar kerakyatan dan semangat kewirausahaan,” ujar Arief Rosyid dalam keterangan resminya, Senin (7/7/2025).
Lebih lanjut, Arief Rosyid menjelaskan, jejak langkah Bahlil mencerminkan kontinuitas dengan dua tokoh besar Golkar sebelumnya yakni Akbar Tanjung dan Jusuf Kalla. Seperti Akbar, Bahlil tumbuh dari rahim organisasi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Aktivisme dan idealisme di masa mudanya tak pernah lepas dari perjuangan membela kepentingan rakyat dan memperkuat sendi-sendi demokrasi. Saat Golkar berada dalam titik krisis pasca-Reformasi, Akbar Tanjung mampu mengangkat kembali partai ini menjadi kekuatan politik utama, bahkan menjadi pemenang Pemilu 2004.
“Kini, harapan yang sama mengemuka pada sosok Bahlil, menjadi katalis transformasi politik Golkar di era baru,” jelasnya.
Di sisi lain, tambah Arief Rosyid, rekam jejak Bahlil sebagai pengusaha sukses yang pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadikan dirinya simbol dari kebangkitan kepemimpinan berbasis dunia usaha.
“Ini mengingatkan publik pada sosok Jusuf Kalla, seniornya di HMI yang juga sempat menjabat sebagai Ketua Umum Golkar dan dikenal luas sebagai tokoh pengusaha yang berhasil membawa dinamika baru dalam kepemimpinan nasional,” terangnya.
Maka tak berlebihan, kata Arief Rosyid, jika banyak yang melihat Bahlil Lahadalia sebagai sintesis dari dua figur legendaris Golkar, idealisme aktivis Akbar Tanjung dan pragmatisme pengusaha Jusuf Kalla.
“Di pundaknya (Bahlil Lahadalia, red), kini bertumpu harapan untuk membawa Golkar tidak hanya bertahan, tetapi bangkit dan relevan di mata llgenerasi muda serta masyarakat luas,” pungkasnya.
Laporan: Jumrin

























Tinggalkan Balasan