Kolaka Utara Jadi Representasi Sultra dalam Program Nasional Penanaman Kakao Serentak

Keterangan Gambar : Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar Saat Melakukan Gerakan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao Nasional

KOLAKA UTARA – Kabupaten Kolaka Utara kembali mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat dengan ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Program Hilirisasi Perkebunan Komoditas Kakao Nasional yang dilaksanakan, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Lasusua, Kecamatan Lasusua tersebut berlangsung secara virtual dan terhubung langsung dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., unsur DPRD, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Program yang digagas Kementerian Pertanian ini merupakan bagian dari upaya percepatan hilirisasi sektor perkebunan sekaligus mendukung visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden RI periode 2024–2029.

Melalui penguatan sektor kakao, pemerintah berharap dapat meningkatkan produktivitas perkebunan, membuka lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Suasana Pemkab Kolut Saat Mengikuti Kegiatan Gerakan Tanam Serentak Nasional

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara, Kamal Mustafa, menjelaskan bahwa daerahnya menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan kakao nasional karena memiliki potensi lahan dan sumber daya yang mendukung.

Menurutnya, pemerintah menargetkan pengembangan kakao seluas 8.200 hektare yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara. Berbagai tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk penyelesaian verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah rampung sejak tahun lalu.

“Program ini saat ini memasuki tahap pembibitan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan sambung pucuk untuk meningkatkan kualitas tanaman. Penanaman serentak direncanakan mulai Agustus 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun,” ujar Kamal.

Ia menambahkan, hilirisasi kakao tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi bahan baku, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan rantai nilai yang lebih kuat melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.

Sementara itu, Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada Kolaka Utara sebagai wakil Sulawesi Tenggara dalam program nasional tersebut.

Menurutnya, sektor kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui program ini, kita berharap produktivitas kakao masyarakat semakin meningkat, kualitas hasil perkebunan lebih baik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah daerah siap mendukung penuh setiap tahapan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Bupati.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Kolaka Utara optimistis program hilirisasi kakao dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra kakao unggulan di Indonesia.

Laporan: Andika

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *