JAKARTA – Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) akan menyelenggarakan wisuda kedua pada Rabu, (22/4/2026) Besok, bertempat di Auditorium Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta Timur.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Kepala BKKBN Wihaji, akan hadir sebagai pemberi orasi ilmiah.
Selain Wihaji, akan hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) Prof. Dr. Abdullah Puteh, dan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI Dr. Hamdan Zoelva.
Wisuda Kedua ini akan meluluskan 56 mahasiswa berasal dari empat program studi, yakni Informatika, Sains Data, Bisnis Digital, dan Komunikasi Digital.
Rektor UICI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, menyampaikan bahwa wisuda ini bukan hanya seremoni akademik, tetapi juga menjadi penanda lahirnya generasi baru yang siap menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa UICI terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“UICI hadir untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas melalui sistem pembelajaran digital. Kami berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, dengan membawa semangat inovasi dan integritas,” ujar Prof. Asep
Sebelumnya, UICI telah menyelenggarakan wisuda perdana pada 24 Februari 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 20 wisudawan.
Peningkatan jumlah lulusan pada wisuda kedua ini mencerminkan pertumbuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap UICI sebagai kampus digital yang adaptif dan inklusif.
Sebagai perguruan tinggi berbasis digital, UICI mengusung semangat “Reaching the Unreachable” dalam memperluas akses pendidikan tinggi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses geografis maupun waktu.
UICI telah mencatat capaian penting dalam aspek mutu pendidikan. Seluruh program studi di UICI telah terakreditasi, dan secara institusi, UICI telah meraih akreditasi “Baik”.
Prosesi wisuda kedua akan diselenggarakan secara hybrid, yaitu menggabungkan kehadiran secara luring (offline) di lokasi acara dan partisipasi daring (online).
Skema ini memungkinkan para wisudawan dari berbagai daerah untuk tetap dapat mengikuti momen wisuda secara fleksibel tanpa terbatas oleh jarak.
Laporan: Jumrin





















Tinggalkan Balasan