KONAWE KEPULAUAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menghidupkan roda ekonomi kreatif melalui kegiatan ‘Bakul Ramadhan’.
Program Bakul Ramadhan sebagai langkah konkret mendukung visi besar Wawonii Emas Berkelanjutan. Sehingga program ini hadir bukan sekadar sebagai pasar takjil musiman.
Ketua Dekranasda Konawe Kepulauan, Ucha Nidya Ramadhani, S.Pd, Gr mengungkapkan, kegiatan Bakul Ramadhan ini menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajakan produk unggulan berupa kuliner khas Wawonii hingga kerajinan tangan.
Kegiatan Bakul Ramadhan tahun ini, difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah. Dengan memfasilitasi tempat yang strategis dan promosi yang masif, Dekranasda Konkep berharap terjadi perputaran ekonomi yang signifikan di dalam daerah.
“Bakul Ramadhan adalah representasi dari semangat kemandirian ekonomi. Kita ingin memastikan bahwa momentum Ramadhan menjadi berkah bagi pedagang kecil kita, yang merupakan pondasi dari ekonomi berkelanjutan di Pulau Wawonii,” jelasnya.
Ada hal yang menarik dari program Bakul Ramadhan ini yaitu munculnya berbagai produk olahan hasil asli Konkep. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah yang mendorong para pemuda dan masyarakat untuk produktif mengelola kekayaan alam sendiri.
Menurut Ucha, program Wawonii Emas Berkelanjutan menuntut adanya sinergi antar lembaga. Sehingga Dekranasda Konkep mengambil peran di sektor hilir dengan memastikan produk masyarakat memiliki pasar.
“Dengan suksesnya Bakul Ramadhan, diharapkan para pelaku usaha kecil memiliki modal mental dan finansial untuk terus berkembang bahkan setelah bulan suci berakhir,” harapnya.
Beberapa poin utama dari pelaksanaan Bakul Ramadhan ini meliputi Pemberdayaan Perempuan yakni mayoritas pedagang adalah ibu rumah tangga yang terampil dalam mengolah pangan lokal. Poin selanjutnya adalah promosi kuliner khas yakni dengan memperkenalkan kembali panganan tradisional Wawonii kepada generasi milenial.
Poin penting lainnya adalah stabilitas harga, yaitu membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan berbuka puasa dengan harga yang terjangkau namun berkualitas.
Laporan: Jarman
























Tinggalkan Balasan