Penurunan Timbunan Opritan Jadi Sorotan, Kontraktor Pastikan Struktur Jembatan Lalume di Kolut Aman

Keterangan Gambar : Pekerjaan Jembatan Lalume Kelurahan Olo-Oloho Kecamatan Pakue

KOLAKA UTARA – Proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Lalume–Kelurahan Olo-Oloho, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, menjadi perhatian publik menyusul beredarnya informasi terkait adanya penurunan pada salah satu bagian jembatan yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pekerjaan.

Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kolaka Utara Tahun Anggaran 2025 tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 993 juta dari total pagu anggaran Rp 1 miliar. Pekerjaan konstruksi jembatan ini dilaksanakan oleh CV Karya Infotama sebagai pihak kontraktor pelaksana.

Menanggapi isu yang berkembang, pelaksana proyek CV Karya Infotama, Andi Iwan Setiawan, menegaskan bahwa penurunan yang terjadi tidak berada pada struktur utama jembatan, melainkan hanya pada timbunan tanah atau opritan di bagian pendekat jembatan.

“Yang mengalami penurunan itu adalah opritan, bukan struktur jembatan. Bagian yang menjadi sorotan publik tersebut sudah kami perbaiki sesuai dengan spesifikasi teknis yang berlaku,” ujar Andi Iwan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan Lalume saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan belum dilakukan pembayaran secara penuh. Hingga kini, pencairan anggaran baru mencapai sekitar 30 persen. Selama pekerjaan belum selesai, kata dia, seluruh perbaikan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

“Jika pekerjaan sudah dibayar lunas lalu tidak dilakukan perbaikan, itu jelas kelalaian. Namun proyek ini masih berjalan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami sebagai pelaksana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Iwan mengungkapkan bahwa penurunan timbunan opritan diperparah oleh adanya kendaraan bertonase berat yang melintas sebelum konstruksi benar-benar stabil. Meski sebelumnya telah ada imbauan dari pihak kepolisian setempat untuk membatasi lalu lintas kendaraan berat, kondisi kebutuhan masyarakat membuat akses tersebut tetap digunakan.

“Kapolsek Pakue sebenarnya sudah melarang kendaraan berat melintas sementara. Namun karena kebutuhan masyarakat, kami mengizinkan dengan risiko perbaikan menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa struktur utama jembatan masih dalam kondisi kokoh. Penurunan hanya terlihat pada area urugan tanah yang berfungsi sebagai akses masuk dan keluar menuju badan jembatan.

Secara teknis, penurunan pada timbunan pendekat jembatan dapat terjadi apabila proses pemadatan belum sepenuhnya sempurna dan material menerima beban berlebih sebelum mencapai masa stabilisasi. Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian dalam pengawasan mutu pekerjaan, terutama pada proyek infrastruktur yang menggunakan anggaran publik.

Laporan: Andika

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *