KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan uji coba pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) menjadi Ecobrik, Selasa (15/7/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diikuti oleh para pelaku UMKM dan sejumlah masyarakat.
Peserta belajar langsung cara mengolah limbah plastik dan bagaimana limbah uang kertas menjadi dapat Ecobrik, yakni sebuah bata ramah lingkungan yang bisa digunakan kembali untuk kebutuhan konstruksi dan kreatif lainnya.
Limbah racik uang kertas adalah sisa potongan atau serpihan kertas dari proses pencetakan dan peracikan uang kertas, yang sudah tidak dapat digunakan lagi sebagai alat pembayaran. Uang tersebut akan dimanfaatkan menjadi Ecobrik.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi. Menurutnya, uang tersebut akan dibuat menjadi Ecobrik bahan yang ramah lingkungan.
“Limbah uang kita akan dibuat menjadi Ecobrik, artinya menjadikan batu bata yang ramah lingkungan yang terbuat dari botol plastik lalu dipadatkan dan diisi uang kertas yang tidak layak lagi dipakai, bisa dibuatkan untuk meja, kursi dan sebagainya,” ujar Ediwn Permadi.
Edwin Permadi menjelaskan, penggunaan bahan Ecobrik yaitu bagaimana pemanfaatan limbah tersebut menjadi bahan ramah lingkungan. Jadi bank Indonesia menggandeng Dinas Lingkungan Hidup provinsi Sulawesi Tenggara untuk menginovasi produk jangka panjang.
“Ini menjadi pelajaran buat kami, selain untuk green economi, juga bagaimana ekonomi itu harus berkelanjutan dan beberapa tempat sudah mulai mencobanya,” jelasnya.
Lanjut Edwin Permadi, Bank Indonesia berharap dengan bekerja sama Dinas Lingkungan Hidup, bisa dapat memanfaatkan limbah tersebut menjadi salah satu solusi kreatif untuk meningkatkan perekonomian.
“Dengan adanya kerja sama ini ada tiga dampak plus, yang pertama kita memanfaatkan limbah ini akan mengurangi pencemaran lingkungan, yang kedua dari limbah tersebut ternyata bisa menjadi barang ekonomis, dan yang ketiga ini akan menjadikan inspiratif dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat limbah ini bisa dimanfaatkan,” terangnya.
Edwin Permadi mengharapkan Ecobrik ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk mendukung pemanfaatan lingkungan hidup agar limbah tersebut bisa bernilai ekonomis.
Laporan: Jumrin

























Tinggalkan Balasan