Unsultra Siapkan Alumni yang Berdaya Saing Global

Keterangan Gambar : Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc.Agric

KENDARI – Dalam upaya mengimplementasikan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) terus berbenah dan menunjukkan tren positif.

Orientasinya, agar Unsultra bisa sejajar dengan kampus-kampus terbaik di Indonesia. Hingga saat ini, Unsultra terus melaksanakan berbagai terobosan kreatif dan inovatif untuk mengasah kemampuan civitas dan mahasiswa agar tetap dan komitmen dalam mencetak alumni yang profesional.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun, M.Sc. Agric mengungkapkan bahwa saat ini Unsultra sedang merancang pengembangan strategis melalui program kerjasama secara eksternal dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pemerintah daerah.

Baru-baru ini, Unsultra bersama Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan IPB, Universitas Binus, dan Universitas Gunadarma. Kerjasama tersebut sebagai upaya konkret dalam melebarkan sayap civitas di level lokal, nasional, regional, hingga global.

“Karena IPB, Universitas Binus, dan Universitas Gunadarma ini merupakan tiga kampus yang telah mengimplementasikan program-program seperti yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka,” ujar Prof Andi Bahrun.

Lebih lanjut, Prof Andi Bahrun menegaskan bahwa Unsultra tetap komitmen dan konsisten dalam menjunjung tinggi prinsip kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan kampus. Prinsip tersebut menjadi acuan baik para tenaga pengajar dosen dan mahasiswa, agar kedepan bisa menciptakan alumni-alumni yang berdaya saing.

Realisasinya, mahasiswa dididik memiliki kemampuan menguasai bidang keilmuan termasuk penerapan dalam dunia kerja. Dengan modal itu kata rektor, mahasiswa bisa mendesainkan diri agar kelak bisa menjadi pemimpin andal yang memiliki konsep kerja terukur sesuai bidang keilmuan yang ditekuni.

“Kritikal thinking dan kemampuan memecahkan masalah ini yang penting, termasuk harus memiliki komunikasi skill dipadukan tingkat kreatifitas dan inovatif. Kalau ini sudah komplit maka alumni unsultra tidak hanya bisa mencari peluang kerja, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan,” bebernya.

Unsultra sudah mempelajari beberapa universitas yang lebih menerapkan pengembangan kreatifitas secara best praktis, dan kini pihak kampus meramu kemampuan itu dengan target unsultra bisa lebih kreatifitas secara mandiri agar kelak tampil dengan format the best dengan mengusung future praktis yang diharapkan bisa menjadi kiblat seluruh universitas.

“Tidak cukup hanya best praktis, kita harus future praktis, untuk bisa lebih the best,” pungkas Prof Andi Bahrun.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *