Indeks Inovasi Daerah 2021, Konkep Urutan Kedua di Sultra

Keterangan Gambar : Asisten Administrasi Umum dan Keuangan Setda Konkep, Mahmud, SP, M.PW

KONAWE KEPULAUAN – Melalui misi ‘Wawonii Bangkit’, kini perlahan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) bangkit dan ‘berlari’ mengejar ketertinggalan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep dibawah kepemimpinan Ir. H. Amrullah, MT sebagai Bupati dan Andi Muhammad Lutfi, SE, MM sebagai wakil Bupati ini terus berlari dan melakukan inovasi-inovasi pembangunan. Belum genap setahun dilantik di periode keduanya, kepemimpinan Bersama Amrullah dan Andi Muhammad Lutfi (BerAmal) mulai berbuah hasil dari sisi inovasi daerah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan keputusan tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota pada tahun 2021 yang menempatkan Konkep sebagai daerah paling inovatif di posisi ke 86 dari 415 kabupaten di Indonesia dengan skor indeks 51.03. Posisi ini juga menempatkan Konkep di urutan pertama untuk kategori kabupaten dari 15 kabupaten se Sultra.

Namun jika disatukan dengan kategori kota, Konkep berada di posisi kedua dari 17 kabupaten/kota se Sultra. Posisi pertama ditempati Kota Kendari dengan skor 54.04, angka ini menempatkan Kota Kendari di posisi ke 28 dari 93 kota se Indonesia sebagai daerah paling inovatif.

Hal ini dibenarkan oleh Asisten Administrasi Umum dan Keuangan Setda Konkep merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan Daerah, Mahmud, SP, M.PW. Menurutnya, saat ini Konkep terus berbenah dan melakukan terobosan-terobosan khusus yang sejalan dengan misi Wawonii Bangkit.

“Saat ini Pemerintah Daerah sedang melakukan terobosan-terobosan khusus, salah satu yang menjadi faktor penunjang indeks inovasi daerah kita termasuk penyusunan APBD kita yang tepat waktu,” ujar Mahmud saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/2/2022).

Menurut Mahmud, raihan Konkep sebagai daerah inovatif ini juga akan mendatangkan reward nantinya dari Kementerian Dalam Negeri berupa Dana Insentif Daerah (DID). Karena DID ini persyaratannya ada tiga, ketepatan penyusunan APBD, indeks inovasi daerah yang menempatkan sebagai daerah inovatif, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Jadi tigal hal itu menjadi faktor penunjang ketika daerah diusulkan untuk memperoleh dana DID, salah satunya adalah inovasi daerah,” jelasnya.

Mahmud melanjutkan, hal-hal lain yang ikut menjadi indikator Konkep dikategorikan sebagai daerah inovatif termasuk layanan perizinan, layanan-layanan yang berkaitan dengan tingkat peduli HAM, juga peningkatan PAD. Bahkan tahun 2021 lalu, PAD Konkep melebihi dari rencana dan target atau surplus.

“Artinya daerah ini dinilai cukup melakukan percepatan-percepatan dalam penyelenggaran pemerintahan,” terangnya.

Termasuk salah satu penyumbang terbesar yang menempatkan Konkep sebagai posisi kedua se Sultra perihal Indeks Inovasi Daerah dinilai dari sektor pendidikan. Diantaranya program Beasiswa Wawonii Cerdas yang menjadi program unggulan Amrullah – Andi Lutfi dari periode pertama hingga berlanjut di periode kedua ini

“Coba bayangkan saja, setiap tahunnya kita gelontorkan APBD Rp 6,5 Miliar untuk memfasilitasi masyarakat kita yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

“Jadi rangkaian evaluasi Kemendagri ini melihat semua instrumen penunjang,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *