61 Angkatan Muda Konkep Ikuti Bimtek dan Sertifikasi SKKNI

Keterangan Gambar : Suasana Acara Penutupan Bimtek dan Sertifikasi SKKNI di Konkep

KONAWE KEPULAUAN – 61 angkatan muda ikuti Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar yang dimulai pada 10 September hingga 14 September 2020 di SMPN 1 Wawonii Barat, Konkep. Bimtek dan sertifikasi SKKNI ini ditrainer dan diuji langsung dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) Indonesia yang berkantor di Kota Surabaya.

Kepala BBPSDMP Kominfo Makassar, Ruslan Harun menjelaskan, tujuan dilakukannya kegiatan Bimtek dan Sertifikasi SKKNI yaitu untuk mempersiapkan kebutuhan SDM talenta digital di Indonesia dalam arti bisa mengurangi pengangguran, memiliki alih kompetensi, berdaya saing, dan berdaya saing.

“Sertifikasi SKKNI ini juga untuk mendapatkan pengakuan tenaga kerja secara nasional dan internasional,” ujar Ruslan saat dihubungi Potretsultra.com, Senin (14/9/2020).

Ruslan berharap, bagi peserta yang dinyatakan kompeten agar benar-benar bisa dimanfaatkan di tempat kerja. Ia juga berharap nantinya para peserta yang dinyatakan kompeten ini agar bisa diberdayakan baik di instansi pemerintah, industri, maupun swasta.

“Kami mohon segera ada laporan dari Pemda ke Kominfo terkait para peserta yang dinyatakan lulus dan diberdayakan,” katanya.

Sementara itu, Manajer Keuangan dan Administrasi LSP TIK Indonesia, Sherly Febriani menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan BPSDM Kominfo Makassar untuk pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi angkatan muda di wilayah Konawe Kepulauan.

“Target dari kegiatan ini adalah memberikan pengakuan kepada anak-anak muda di dunia kerja agar mereka dapat sertifikat kompetensi yang bisa digunakan sebagai pengakuan bahwa mereka itu kompeten,” jelas Sherly.

Untuk pelaksanaannya, lanjut Sherly, agenda Bimtek dilakukan selama 3 hari dan agenda sertifikasi SKKNI digelar selama 2 hari dengan hasil hampir 60 persen dari para peserta dinyatakan kompeten.

“Tadi dari peserta itu untuk hasilnya hampir 60 persen mereka kompeten dengan berbagai macam skema,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Konkep, Jamhur Umirlan berharap semoga dari peserta yang dinyatakan kompeten ini bisa masuk ke dunia kerja baik di instansi pemerintah maupun di sektor swasta

“Untuk yang belum kompeten ini, agar di kesempatan berikutnya tetap memacu diri terus belajar sehingga benar-benar memiliki sumber daya yang kompeten dalam menghadapi dunia kerja yang kompetitif ini,” harap Jamhur.

Dari 17 kabupaten/ kota wilayah Sultra, tambah Jamhur, hanya Kolaka dan Konkep yang mendapatkan program Bimtek dan sertifikasi SKKNI dari Kementerian Kominfo RI ini.

“Ini adalah kesyukuran kita, karena kita mendapat support dari BPSDM melalui Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika Makassar,” pungkasnya.

Laporan: Jubirman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *