Sinergi Perkuat Program Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Konkep Gelar Advokasi Wajar

Keterangan Gambar : Bunda PAUD Konkep, Ucha Nidya Ramadhan Rifqi, S.Pd Bersama Kadis Dikbud Konkep dan Kabid PAUD dalam Kegiatan Advokasi Wajar 13 Tahun

KONAWE KEPULAUAN – Bunda PAUD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Ucha Nidya Ramadhani Rifqi, S.Pd bersinergi dengan satuan PAUD menggelar kegiatan Avokasi Wajib Belajar (Wajar) 13 tahun.

Kegiatan ini dilakukan di Aula Perkantoran Bupati Konkep pada Kamis (25/9/2025), yang ikut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konkep, seluruh Kepala Sekolah PAUD se Kabupaten Konkep, dan Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Provinsi sultra.

“Advokasi wajib belajar 13 tahun adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pendidikan dasar yang berkualitas selama 13 tahun,” ujar Bunda PAUD Konkep, Ucha Nidya kepada Potretsultra.com.

Lebih jauh lagi, Ucha Nidya menjelaskan, tujuan diadakannya wajib belajar 13 tahun khususnya untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)dan TK (Taman Kanak-Kanak) adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar anak-anak dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Selain itu, untuk mengembangkan keterampilan sosial anak-anak, seperti kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi, serta meningkatkan kesiapan anak-anak untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi.

“Hal ini juga dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak-anak, seperti kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Lebih jauh lagi, ini juga dapat membangun fondasi pendidikan yang kuat bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.

Suasana Kegiatan Advokasi Wajar 13 Tahun di Aula Perkantoran Bupati Konkep

Melalui kesempatan ini, Bunda PAUD Konkep berharap dalam program wajib belajar 13 tahun untuk sekolah PAUD ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dan program wajib belajar 13 tahun.

“Kami juga berharap ini dapat mengembangkan kemampuan anak-anak PAUD secara holistik, termasuk kemampuan kognitif, sosial, dan emosional. Termasuk dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara anak-anak dari latar belakang yang berbeda,” pungkasnya.

Laporan: Jarman Alkindi

Potretsultra Potretsultra Potretsultra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *