BAUBAU – Operasi patuh anoa tahun 2022 yang akan digelar oleh Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse berharap dari operasi patuh anoa tahun 2022 ini akan terus ada ketertiban dalam masyarakat, terutama ketertiban dalam berlalu lintas. Meskipun saat ini Kota Baubau masih berada di masa pandemik namun diharapkan kepada Kepolisian utamanya Polres Baubau dan jajarannya untuk tetap melaksanakan operasi patuh anoa 2022 ini dengan tetap mengedepankan edukasi.
“Jadi tadi sudah dikatakan tidak ada yang station tapi semua mobile untuk mencari para pengendara yang melanggar peraturan seperti misalnya untuk yang mobil tidak menggunakan seftibell, kemudian yang dibawah umur yang tidak menggunakan helm standar,” ujar La Ode Ahmad Monianse seperti dilansir dari akun resmi Facebook @pemkotbaubau, Senin (13/6/2022) Kemarin.
“Jadi itu yang mau ditertibkan. Jadi intinya adalah mengedukasi masyarakat tentang tertibnya berlalu lintas,” sambungnya.
Terkait banyaknya pengendara ugal-ugalan dan menggunakan knalpot racing, Monianse memastikan bahwa Polres Baubau akan melakukan penindakan. Pemkot Baubau juga akan menghimbau kepada penjual knalpot racing untuk tidak menjualnya kepada masyarakat.
Sementara itu, seiring dengan perkembangan Kota Baubau yang semakin pesat dikarenakan pertumbuhan ekonomi sehingga tidak bisa dipungkiri pasti masyarakat akan melengkapi kenyamanan masyarakat dengan beraktivitas dan didalamnya membeli kendaraaan bermotor.
Sehingga dengan demikian, kendaraan yang beroperasi di Kota Baubau baik itu roda dua maupun roda empat sudah banyak dan seringkali menimbulkan kepadatan lalu lintas di hampir setiap ruas Kota Baubau.
“Tentunya dengan kondisi Kota Baubau yang seperti ini, maka Pemkot Baubau akan mengantisipasinya dengan banyak cara termaksud kedisiplinan dalam membangun yang akan tegas dilakukan,” katanya.
Lanjut Monianse, Pemkot bersama-sama dengan pihak kepolisian nantinya akan melakukan rekayasa lalu lintas sehingga akan ada beberapa jalur yang mungkin tinggal satu arah dan ada juga yang ditutup untuk kendaraan tertutup.
“Jadi nanti kami akan melakukan evaluasi dan tentunya kami akan sangat berharap pihak kepolisian kemudian dinas terkait seperti dinas perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas,” jelasnya.
Memang tidak bisa dipungkiri untuk jangka panjang Kota Baubau akan bergeser sedikit ke luar kota mungkin Palagimata dan Surawolio menjadi pusat pertumbuhan baru pasti dengan sendirinya akan menggeser kepadatan lalu lintas.
“Tapi ini jangka panjang. Namun jangka pendeknya seperti yang saya katakan kita akan lakukan rekayasa lalu lintas,” tutupnya.
Laporan: Redaksi






















Tinggalkan Balasan