SRMI Sultra: Rakyat Kecil Beli Sembako Dipajak, Orang Kaya Malah Diskon

Keterangan Gambar : Ketua DPW SRMI Sultra, Kardin Jaki Nata. Foto: Ist

Potretsultra

KENDARI – Pemerintah berencana memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari produk sembako dengan alasan pemulihan ekonomi nasional.

Menanggapi hal itu, Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) menilai, rencana kebijakan pemerintah itu bakal mencekik masyarakat banyak, termasuk pelaku UMKM akan mengalami dampak negatif.

Pasalnya, dengan dikenakannya pajak pada sembako, maka akan manambah daftar kemiskinan di Indonesia dikarenakan semakin mahalnya kebutuhan pokok di pasaran.

“Ini sama saja menambah daftar kemiskinan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini saja situasi jual-beli di pasaran belum pulih, pemerintah malah berencana memungut pajak ke sembako,” papar Ketua DPW SRMI Sultra, Kardin Jaki Nata, Jumat (11/6/2021).

Di sisi lain kata dia, pemerintah saat ini melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga berencana memberikan relaksasi atau diskon pajak lewat tax amnesty jilid II.

Relaksasi pajak itu termasuk produsen mobil yang diberikan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam kapasitas mobil tertentu 0 persen.

“Tapi masyarakat kecil yang hanya untuk makan sembako saja harus dipajak juga, sementara orang kaya malah diberi diskon pajak saat membeli barang mewah,” cetus Eks Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kendari itu.

Untuk diketahui, rencana penarikan PPN itu tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Berdasarkan rumusan RUU KUP itu, ada tiga opsi tarif untuk pengenaan PPN barang kebutuhan pokok ini. Pertama, diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen.

Kedua, dikenakan tarif rendah sesuai dengan skema multitarif yakni 5 persen, yang dilegalisasi melalui penerbitan Peraturan Pemerintah. Ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.

Jika rencana tersebut diimplementasikan, ada 12 bahan pokok yang bakal kena pajak. Berikut daftarnya:

1. Beras
2. Gabah
3. Daging
4. Jagung
5. Telur
6. Kedelai
7. Gula
8. Sagu
9. Garam
10. Susu
11. Buah-buahan
12. Sayur-sayuran

Laporan: Aden

Potretsultra Potretsultra
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *