Ridwan Sarankan Ali Mazi Minta Pansel Transparan Umumkan Hasil Seleksi Calon Sekda

Ridwan Bae (Foto: Sultan)
Keterangan Gambar : Ridwan Bae (Foto: Sultan)

KENDARI – Janji Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi untuk menjadikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra dari birokrat asal kabupaten Muna mulai menuai tanggapan publik.

Pasalnya, Nurdin Pamone yang diketahui berasal dari birokrat Muna harus terlempar dari seleksi kursi Sekda Sultra karena gugur. Kali ini, mantan Bupati Muna, Ridwan Bae angkat bicara.

Menurut Ridwan Bae, Gubernur Sultra Ali Mazi harus meminta tim Panitia seleksi agar memberikan keterbukaan informasi dalam mengumumkan hasil seleksi calon Sekda Sultra ke publik. Apalagi sebelumnya sempat menjanjikan kursi Sekda tersebut bakal diduduki birokrat asal Kabupaten Muna.

“Kita semua mendengar Ali Mazi itu menjanjikan orang Muna menjadi Sekda pada saat kampanye bersama Lukman Abunawas di Kabupaten Muna.Tentu kita harapkan pertanggungjawaban pernyataannya integritas keduanya,” ujar Ridwan Bae, Minggu (24/2/2019).

Lebih lanjut, Ridwan Bae menjelaskan, hasil terakhir saat ini Calon Sekda Sultra tersisa tiga orang, dan Nurdin Pamone telah gugur. Melihat ini, hampir terlihat ketiga-tiganya bukan berasal dari birokrat asal Muna. Hanya tertinggal nama Rony Yakob yang sedikit ada Muna nya. Meski tak mengalir darah Muna di Rony Yakob, namun dia diangkat oleh mantan Bupati Muna, La Ute apakah itu dalam bentuk notaris atau bentuk lainnya.

Namun ternyata, tambah Ridwan, harapan kursi Sekda Sultra untuk diduduki asal birokrat Muna itu kembali terganjal. Karena Rony Yakob yang di’jago’kan itu masih berpangkat golongan IV C, sedangkan dua pesaing lainnya, Nur Endang Abas dan Syafruddin berpangkat golongan IV D.

“Pertanyaannya bisakah seorang IV C membawahi pangkat IV D,” katanya.

Karena menurut Ridwan, jika terpilih jadi Sekda Sultra maka Rony Yakob akan membawahi ratusan pegawai yang sudah berpangkat golongan IV D, sedang dia masih golongan IV C. Maka, kata Ridwan, harapan masyarakat Muna untuk melihat kursi Sekda itu diduduki orang Muna terpaksa pupus.

“Nah kalau tidak ada orang muna maka orang akan berprediksi macam-macam. Bisa saja orang berpendapat bahwa Ali Mazi tidak konsisten dan tidak bisa dipercaya dalam ucapan politiknya,” terangnya.

Kata Ridwan Bae, bisa saja orang menduga bahwa tim Pansel yang sengaja menghilangkan nama Nurdin Pamone. Hal itu dilakukan untuk mencederai sikap politik Ali Mazi. Sehingga Ridwan berharap agarAli Mazi meminta kepada tim Pansel untuk menjelaskan dua diantara orang Muna ini yang satu Nurdin Pamone golongan IV D gugur penilai pansel dan Rony Yakob IV C masuk calon Sekda.

“Saran saya kalau betul-betul Ali Mazi menghendaki Rony sebagai wujud keterwakilan orang Muna maka sebaiknya Ali Mazi sebelum mengirim hasil pansel ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maka diusahakan dulu kenaikan pangkat istimewa sehingga Rony itu berpangkat IV D,” jelasnya.

“Jika Rony sudah berpangkat IV D maka ia setara dengan yang lainnya. Kemudian baru dikirim nah itu baru ada peluang bisa duduk sebagai Sekda dan Rony menjadi perwakilan dari Muna,” sambungnya.

Karena menurut Ridwan, tim Pansel menggugurkan itu ada dua hal yang patut dicurigai bahwa mereka tidak memiliki kepantasan untuk duduk sebagai Sekda. Kemudian di sisi lain mereka yang calon Sekda tidak pantas lulus karena tidak sesuai ketentuan yang berlaku berdasarkan penilaian Pansel.


Laporan: Sultan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *