Ridwan Bae:Wujudkan Pembangunan Ekonomi,Jembatan Penghubung Muna-Buton dan Muna-Konsel Realisasi 2021

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae,bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra melakukan audiens di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari.(Foto:Ist)

KENDARI-Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae,bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra melakukan audiens di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Selasa (7/1/2020).

Pada pertemuan bagian reses DPR RI itu,Ridwan kembali membahas progres agenda penting yakni pembangunan jembatan penghubung daratan Muna-Buton-Kendari dan Muna-Konawe Selatan.Khusus jembatan panjang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton yang menelan anggaran Rp1,4 triliun sudah masuk dalam tahap perencanaan yang lebih dulu dieksekusi pada tahun 2021.

Kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari,dan Kepala Balai sumber daya air Chaeruddin,Ridwan,lebih detail lagi mempertanyakan dalam hal kesiapan daerah merealisasikan proyek jembatan yang menghubungkan tiga daratan di Sultra tersebut.”Kenapa ini penting untuk membicarakan eksekusi proyek infrastruktur yang didanai APBN tersebut karena ketika proyek tersebut terealiasi maka seluruh daratan Sulawesi bisa dilalui melalui darat saat melakukan penyeberangan kedaerah lain.Selain itu kata dia,pada aspek pertumbuhan ekonomi akan terbangun dan terangkat dengan sendirinya.

Ridwan Bae,berpose bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra usai audiens di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari.

Progres pembangunan lebih dulu akan dibangun jembatan daratan Muna-Buton sementara Muna-Konsel nanti menyusul.Memang kita inginkan bersama-sama jalannya.Kalau Muna-Buton saya pastikan pengerjaan fisik sudah berjalan di tahun 2021,”ungkap Ridwan Bae di Kendari,(8/1/2020).

Ridwan, berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur,bupati dan kepala dinas terkait harus proaktif agar jembatan Muna-Buton dan Muna-Konsel bisa terealisasi sesuai target.”Tadi itu kita sudah cek bagaimana amdalnya, feasibilty study.Kemudian pembebasan lahannya oleh masing-masing pemda, itu jadi bagian tanggungjawab bupatinya”terangnya.

Politis Golkar menegaskan, mega proyek nasional jembatan Muna-Buton dan Muna-Konawe Selatan,masuk dalam kebijakan Rencana Strategis (Renstra) yang akan di wujudkan Presiden RI, Joko Widodo pada periodenye lima tahun ke depan ini.

“Kita pastikan tidak ada kendala di daerah yang dalam mewujudkan jalannya program nasional tersebut.Selain itu kepada kepala balai kita berbicara persoalan bendungan pelosika di Konawe dan Kita berharap Mega proyek pelosika tahun 2021 sudah mulai turun anggaranya.Kemudian lagi terkait bendungan Ameroro, kurang lebih anggaran Rp1,6 triliun, tahun ini sudah mulai ditender,mungkin dalam waktu dekat ini sudah ada pemenangnya.

“Kita berharap pemenang tender ini orang yang memiliki kredibilitas yang baik dan integritas yang baik dan memiliki kemampuan yang kompleks,”tuturnya.

Lebih lagi pada pertemuan tersebut, Ridwan membicarakan sungai wanggu,yakni sungai yang terbesar di kota kendari dari 12 sungai.Boleh dikatakan bahwa bantaran sungai wanggu adalah kontribusi banjir di Kota Kendari.”Oleh karena penting membicarakan pula pembebasan lahan yang ikut terlibat disini pemerintah daerah dengan mengkomunikasi dengan masyarakat setempat seperti apa solusinya.

“Setiap reses dari semua yang kita lakukan diwilayah dapil masing-masing adalah atas perintah dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, selaku Ketua umum Golkar,kami dari 85 orang diperintahkan agar semua titik yang menjadi pertumbuhan ekonomi menjadi program prioritas utama yang diperjuangkan,”ungkapnya.

“Saya datang melakukan reses di Sultra sesuai perintah Airlangga Hartato,demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara,”terang Ridwan.

Laporan:La Ismeid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *